Muktamar Muhammadiyah Tak Bisa Disusupi Politik Uang

212 views

2 muktamar muhammdiyahSemerusatu.com (Makassar): Muhammadiyah memastikan, dalam Muktamar ke-47 di Makassar yang dibuka oleh Presiden Jokowi, Senin 3 Agustus 2015, tidak akan bisa disusupi kepentingan politik dan politik uang.

Anggota panitia pemilihan (Panlih) Muktamar Muhammadiyah, Saleh P. Daulay mengatakan, tidak masuk akal kalau dalam Muktamar Muhammadiyah disusupi politik uang dan kepentingan politik.

“Sistem dan mekanisme pemilihan berjenjang dan panjang juga menyebabkan sulitnya intervensi. Sebelum muktamar, sistem dan mekanisme pemilihan telah dibicarakan pada sidang tanwir satu tahun sebelum muktamar,” kata Saleh di laman viva c.o id.

Berbagai kekurangan, kata Saleh, disempurnakan di Tanwir yang digelar satu tahun sebelum muktamar. Saat pelaksanaan muktamar, para peserta tinggal mengikuti prosedur itu.

“Karena itu, persaingan yang terjadi biasanya selalu berjalan dengan santun. Prinsip berlomba dalam kebaikan menjadi dasar dalam persaingan,” katanya.

Saleh, yang juga Ketua Komisi VIII DPR ini, mengatakan sistem pemilihan dan kedewasaan Muhammadiyah dalam berdemokrasi, sudah teruji.

Menurutnya, ini salah satu kunci mengapa muktamirin selalu kelihatan riang dan gembira serta jauh dari kasak-kusuk.

“Di Muhammadiyah ini aneh. Justru yang kelihatan kasak-kusuk dan ambisius akan ditinggalkan. Kelahiran tokoh dan pemimpin Muhammadiyah selalu natural. Tidak ada pemimpin karbitan yang tiba-tiba muncul begitu saja,” kata politisi PAN itu.

Kini ada 39 nama yang akan dipilih muktamirin. Nantinya, 13 nama terpilih menjadi pimpinan pusat Muhammadiyah.

“Karena itu, tidak ada black campaign. Kalau pun ada yang coba-coba, biasanya tidak akan didengar. Apalagi, muktamirin sudah mengenal rekam jejak masing-masing kandidat,” kata Saleh.

Kata Saleh, dengan memilih formatur, sulit bagi siapa pun untuk ikut campur. Apalagi pesertanya 2500 orang. Jelas Saleh, tentu sangat sulit untuk mengarahkan para pemilih kepada kandidat tertentu.

“Kadang-kadang formatur 13 juga heran mengapa suaranya lebih banyak dari yang lain. Itu menandakan, kalau sebelum pemilihan mereka tidak pernah menghitung dan mereka-reka berapa suara yang akan diperoleh,” katanya. (eru)

Category: Forum, Headline, Indeks Berita