Diduga Pembunuh Istri dan Putrinya Sakit Jiwa

616 views

5 Malang BunuhSemerusatu.com (Malang): Hingga Rabu (5/8/2015) kondisi Abdullah (56), warga dusun Pateguhan, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, yang tega membunuh istrinya, Wiwik Halimah (48) dan buah hatinya yang bernama Putri Sari Devi (16), berangsur membaik. Tersangka Abdullah sudah melakukan cuci darah untuk mengeluarkan bensin dalam organ tubuhnya.

Polisi juga mulai bisa mengajak bicara, walaupun belum maksimal. “Kondisi korban sedikit membaik. Saat ini masih di ruang perawatan RSSA Kota Malang,” kata Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, Rabu (5/8/2015) sore.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Aris Haryanto menambahkan, Abdullah resmi dijadikan tersangka dalam kasus pembunuhan istri dan anaknya. Perkembangan saat ini masih dirawat. “Dari keterangan saksi-saksi, tersangka pembunuhan ini adalah Abdullah, suami dari korban,” ujarnya.

Saat ini kondisi Abdullah masih dilakukan netralisir oleh petugas medis RSSA. Hal itu dikarenakan usai membunuh istri dan anaknya, pelaku sempat mengakhiri hidupnya dengan cara minum cairan pembersih lantai, bensin dan sepuluh butir obat asma.

Nanti kalau sudah stabil dan bisa di periksa langsung dimintai keterangan. Serta akan memeriksakan kejiwaan pelaku ke Psikolog.

Dijelalskan, dari keterangan tetangga dan saksi, pelaku dan korban sering cek-cok. Hanya saja, terkait tindak kekerasan selama ini yang dialami korban, belum ada laporan dan butuh pendalaman lebih dulu. Sementara untuk melengkapi proses pemeriksaan, pihaknya juga akan memeriksa anak pertama korban. “Anak pertama korban nanti juga kita periksa. Namun kondisinya saat ini masih syok berat,” tandasnya. 

Sementara itu, tersangka Abdullah (56) warga dusun Pateguhan, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Syaiful Anwar, Kota Malang.

Abdullah, tega menghabisi nyawa  istrinya, Wiwik Halimah (48) dan buah hatinya yang bernama Putri Sari Devi (16). Dalam kasus ini, putra sulung Abdullah selamat lantaran bekerja. Apa sebab Abdullah gelap mata menghabisi nyawa istri dan anaknya?

Sehari-hari, Abdullah dikenal pria yang ringan tangan. Selain suka marah dan memukul, rumah tangga Abdullah sering kali terlibat pertengkaran. “Dari keterangan saksi dan warga sekitar kejadian, perangai Pak Abdullah ini suka marah dan ringan tangan,” ungkap Kepala Reserse Kriminal Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, Selasa (4/8/2015) sore.

Abdullah, selama ini juga dikenal sebagai pria pengangguran. “Abdullah sehari-hari tidak bekerja. Sementara rumah tersebut milik istrinya. Istrinya yang bekerja. Hal itulah yang kerap membuat mereka cek-cok,” ujar Wahyu.

Ia melanjutkan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan keluarga korban, Abdullah kerap menghabiskan harta milik istrinya. Adapun pada saat awal kejadian, sekitar pukul 00.15 wib. Saat itu, kedua suami istri terlibat pertengkaran hebat. Hingga pukul 01.20 wib, terlihat api dirumah tersebut. “Baru kemudian pada pukul 02.15 wib, warga sekitar melaporkan jika ada keributan dan kebakaran di lokasi kejadian. Setelah kami selidiki, jasad korban sudah tertumpuk di antara ruang tengah dalam kondisi terbakar,” papar Mantan Kasatreskrim Polres Tuban tersebut.

Wahyu menambahkan, usai dibacok dan dibakar oleh pelaku, dua jasad korban sempat ditumpuk dan ditutupi kain. Kedua korban disiram bensin setelah menderita luka bacok cukup parah. “Jari anak korban sampai terputus. Ada dugaan korban melawan saat disabet pedang oleh ayahnya sendiri,” tandasnya.

Sampai petang ini, Polisi mengamankan barang bukti berupa tiga buah pedang berlumur darah. Satu pisau kater, satu botol berisi bensin ukuran dua liter dan satu botol kecil isi bensin yang masih tersisa. Petugas juga menemukan jerigen isi bensin ukuran sepuluh liter yang sudah hangus. Satu tablet obat asma. Serta, pakain dua korban yang penuh lumuran darah.

“Barang bukti seluruhnya sudah kami amankan. Untuk tersangka, kondisinya masih menjalani perawatan. Baru saja tersangka menjalani cuci darah setelah menelan bensin dan obat asma sepuluh butir,” tandas Wahyu. (eru)

Foto: Kapolres Malang dan barang bukti pisau penghabisan untuk membunuh (beritajatim.com)

Category: Headline, Indeks Berita, Polres