Kapolri Bahas Pencurian Ikan di ASEANAPOL

297 views

????????????????????????????????????Semerusatu.com (Jakarta): Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti akan membahas masalah pencurian ikan atau ilegal fishing dalam perhelatan Aseanapol di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (4/8/2015).

“Akan dibahas secara detail apa yang diharapkan dan apa yang akan dilakukan terkait pencurian ikan,” ujar Jenderal Badrodin kepada wartawan di Jakarta.

Badrodin mengatakan, pembicaraan dengan polisi-polisi ASEAN bertujuan agar aksi pencurian ikan di wilayah tanah air hilang. Selain itu, diharapkan ada keamuan untuk bersama-sama memberantas aksi pencurian ikan yang selama ini sering terjadi di perairan Indonesia.

“Kami masih akan membahas apa kendalanya agar kerjasama ini bisa berjalan dengan baik,” katanya dilansir dari laman tribratanews.com.

Pencurian ikan di Indonesia sendiri telah merugikan negara sebesar lebih dari Rp100 triliun hanya pada periode Januari sampai Agustus 2014. Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) menyatakan bahwa Kapal-kapal ikan pencuri itu diketahui dari Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Filipina, Taiwan, Hongkong, dan China.

Bahkan menurut Koordinator Pendidikan dan Penguatan Jaringan Kiara, Selamet Daroyni, para pencuri ikan asing ini berani masuk ke perairan teritorial dan kepulauan Indonesia alih-alih hanya di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Menurut Kiara volume ikan yang dicuri hingga Agustus 2014 dari laut Indonesia mencapai 1,6 juta ton atau setara 182 ton sehari.

Tak hanya itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengatakan bahwa pendapatan dari sektor perikanan hanya Rp300 miliar pada tahun 2013 lalu. Bahkan di tahun ini, pendapatannya ditargetkan menurun menjadi Rp250 miliar.

Padahal, jumlah kapal ikan di Indonesia mencapai 5.329 kapal dengan kapasitas di atas 30 gross ton (GT). Pemerintah Jokowi akan menaikkan target pendapatan negara bukan pajak (PNBP) perikanan menjadi Rp1,5 triliun.

Menurut Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) aksi pencurian ikan terjadi 18 titik di wilayah perairan Indonesia. Jumlah kasus pencurian ikan yang tercatat sejak tahun 2001 adalah sebagai berikut:

Tahun 2001 Jumlah 155 kasus
Tahun 2002 Jumlah 210 kasus
Tahun 2003 Jumlah 522 kasus
Tahun 2004 Jumlah 200 kasus
Tahun 2005 Jumlah 174 kasus
Tahun 2006 Jumlah 216 kasus
Tahun 2007 Jumlah 184 kasus
Tahun 2008 Jumlah 243 kasus
Tahun 2009 Jumlah 203 kasus
Tahun 2010 Jumlah 183 kasus
Tahun 2011 Jumlah 104 kasus
Tahun 2012 Jumlah 75 kasus (hingga bulan November) (eru)

 

Category: Forum, Indeks Berita