Polres Malang Sita Upal Rp 780 Juta dan Senpi

292 views

5 Upal MalangSemerusatu.com (Malang): Happy Satrio Darmawan alias Mbah Demang (41), warga Desa Krajan, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur ditangkap Jajaran Reskrim Polres Malang. Dari penangkapan itu, petugas menyita 73 bendel uang palsu (upal) pecahan Rp 100 ribu bersama satu pucuk air soft gun FN.

Tak hanya replica senjata api, polisi juga menemukan 48 butir amunisi senjata sungguhan. Setelah dihitung, uang palsu tersebut senilai lebih dari Rp.780 juta lebih. Mbah Demang ditangkap usai menganiaya istri siri pertamanya. Saat melapor ke Polisi, Mbah Demang pun diburu dan ditangkap dirumah istri siri keduanya.

Dari penggeledahan itulah, uang palsu dan replika senjata api dan amunisi asli ditemukan. Mbah Demang pun mengaku, jika dirinya sehari-hari bekerja sebagai paranormal. Ia diduga menjadi dukun pengganda uang.

“Kami kemudian melakukan kroscek ke TKP dan menemukan upal sebanyak 73 bendel pecahan Rp 100 ribu, dengan satu bendel berjumlah Rp 10 juta. Satu pucuk air soft gun turut jenis FN ikut ditemukan bersama 48 butir amunisi di rumah korban,” kata Kapolres Malang AKBP Aris Haryanto saat gelar perkara di mapolres Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Rabu (5/8/2015) seperti yang dilancir dari laman britajatim.com.

Kata Aris, pelaku diduga sudah melakukan penganiayaan terhadap istrinya beberapa kali. “Pelaku sempat kabur saat penangkapan dilakukan. Awalnya kita tangani kasus KDRT atas laporan istri pelaku,” tuturnya.

Dari keterangan korban akhirnya terbongkar lokasi persembunyian pelaku, yaitu di rumah istri tuanya di kawasan Tajinan, Kabupaten Malang. Sedangkan kasus kekerasan dilakukan di rumah istri siri ketiga pelaku di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Sementara itu, Mbah Dhemang mengaku bahwa upal serta air soft gun adalah didapatkan dari temannya, khusus upal dikatakan sebagai souvenir. “Itu untuk souvenir, saya dapat dari teman. Kerja saya mengobati orang sakit,” ucap Mbah Dhemang saat pemeriksaan.

Dia menambahkan, upal serta senpi dimiliki sejak bertahun-tahun lalu. Sedangkan amunisi dirinya berdalih mendapatkan dari temannya kebetulan berdinas di Brimob. “Amunisi dikasih teman dari Brimob, saya semua hanya diberi,” tandasnya.

Mbah Dhemang dijerat Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 tahun 1951 atas kepemilikan senjata api dan amunisi dengan ancaman hukuman, 20 tahun penjara. (eru)

Foto: Kapolres Malang dan pelakunya

 

Category: Headline, Indeks Berita, Polres