Kasus Penjualan Satwa di KBS di SP3, Polrestabes Surabaya Dipraperadilankan

386 views

14 pengacara TrimulyaSemerusatu.com (Surabaya): Gerakan masyarakat perduli satwa akan mempraperadilankan Polrestabes Surabaya terkait penerbitan SP3 kasus dugaan penjualan satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Penerbitan SP3 ini membuat kaget masyarakat, sebab penyidik sempat menetapkan satu tersangka dalam kasus ini.

Masyarakat yang dibuat kaget dengan penerbitan SP3 tersebut adalam Gerakan Perduli Satwa KBS yang dimotori oleh advokat senior Trimoelja D Soerjadi.

Trimoelja mengaku tidak habis fikir dengan alasan Polrestabes Surabaya menghentikan penyidikan kasus ini, sebab apabila mengacu pada pasal 36 (1) UU no 5/1990 dan Peraturan Pemerintah RI No 8/1999 tentang pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa liar maka jelas-jelas dalam kasus ini ada pelanggaran pidananya.

Dalam PP tersebut disebutkan bahwa pertukaran satwa hanya bisa dilakukan dengan satwa, tidak bisa satwa ditukar dengan uang atau barang.

” Namun apa faktanya? Kompensasi yang didapat KBS tidak berupa satwa melainkan pemugaran dan membangun museum serta berupa uang, mobil dan motor,” ujar Trimoelja, di laman beritajatim.com, Jumat (14/8/2015).

Dalam PP tersebut juga diatur bahwa perpindahan satwa berupa Komodo, Orang Hutan, Babi Rusa dan Harimau Sumatera harus dapat persetujuan Presiden.

” Kenapa kok penyidik menyatakan tidak menemukan unsur pidana? Kan sudah jelas aturan yang dilanggar,” lanjutnya.

Untuk itu, pengacara yang pernah menangani kasus buruh wanita Marsinah ini mengajak masyarakat Surabaya untuk mendukung permohonan praperadilan ini dengan cara membubuhkan tanda tangan yang dia galang bersama kawan-kawannya yakni  Tjuk Sukiadi, Singky Soewadji, Komang Wiyarsa (Dosen FKH Unair) dan Sigit Hanggono dokter Hewan. (eru)

Foto: Trimoelja (tengah)

Category: Headline, Jatim