Kekasihnya Dibunuh, Polres Jombang Bekuk Pelakunya

673 views

14 Bunuh Kekaksih JombangSemerusatu.com (Jombang): Pedagang ikan di Pasar Ploso bernama Pranoto (38) warga Desa Pulogedang, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur, tega membunuh kekasihnya sendiri dengan cara dicekik. Alasan pembunuhan itu sepele, pelaku kesal ditagih utang oleh keasihnya, Kuswati (33) warga Desa/Kecamatan Wonosalam.

“Pelaku kami tangkap di rumahnya.Bahkan pelaku  mengakui segala perbuatannya. Pelaku beralasan nekad membunuh sang kekasih karena kesal ditagih hutang,” kata Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Harianto Rantesalu, Jumat (14/8/2015).

Sebelumnya jasad Kuswati ditemukan oleh warga pada Selasa (12/8/2015) di tepi Sungai Brantas Dusun Plumpang, Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso. Dari penemuan itu, polisi mulai mengendus kecurigaan. Pasalnya pada leher korban terdapat bekas cekikan. Penyelidikan kemudian dilakukan. Termasuk melakukan otopsi.

Polisi sempat kesulitan, karena tidak ada identitas secuilpun pada jasad tersebut. Praktis, Kuswati sempat menyandang ‘Mrs X’. Identitas baru terkuak setelah petugas memeriksa sidik jari korban. Dari pengecekan itu diketahui bahwa korban bernama Kuswati, janda asal Dusun Sumber, Desa/Kecamatan Wonosalam. Sehari-hari, dia bekerja sebagai karyawan pabrik sepatu di Kecamatan Bareng.

Dari penyelidikan itu juga didapati informasi bahwa orang yang terakhir kali bersama Kuswati adalah kekasihnya sendiri, yakni Pranoto (38), seorang duda asal Desa Pulogedang. Tak membuang waktu, korps berseragam cokelat langsung membekuk pedagang pasar ini di rumahnya.

Tanpa berpanjang kata, Pranoto mengakui semua perbuatannya. Termasuk alasan dia membunuh janda tersebut. “Setelah saya cekik menggunakan lengan. Dia lemas, dan kemudian jasadnya saya buang ke Sungai Brantas,” kata Pranoto, usai pemeriksaan di ruang Satreskrim Polres Jombang seperti di laman beritajatim.com.

Pranoto mengakui, meski mengenal korban belum genap satu tahun, namun antara dirinya dengan Kuswati memiliki hubungan dekat. Karena itu pula, Pranoto sempat meminjam uang sebesar Rp 3 juta kepada korban. Uang itu sudah ia kembalikan Rp 500 ribu. Sisanya, Pranoto hanya bisa berjanji.

Nah, pada Sabtu (8/8/2015) sekitar pukul 19.30 WIB, pasangan kekasih ini bertemua di Perempatan Sambong Jl Brigjen Kretarto Jombang. Motor Kuswati dititipkan di sekitar perempatan, keduanya lantas berboncengan menuju Ploso. Rencananya, Kuswati akan membeli baju baru di sebuah toko kawasan Pasar Ploso.

Di tengah perjalanan, Kuswati menanyakan perihal uangnya yang dipinjam Pranoto. Bahkan ia mendesak agar uang tersebut dikembalikan malam itu juga. Karena tak punya uang, pelaku bersikeras akan mengembalikan dalam waktu tertentu.

Karena saling mempertahankan pendapat, emosi keduanya pecah. Pranoto kemudian membawa motornya ke arah tanggul Sungau Brantas Dusun Sumberejo, Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang. Perang mulut berubah menjadi perang fisik. Di atas tanggul itu, pelaku mencekik leher korban hingga tak beradaya.

“Sebenarnya saya tidak berniat membunuh. Namun setelah saya cekik agak lama, dia lemas. Saya cek detak jantungnya sudah berhenti. Karena bingung, jasad Kuswanti saya buang ke sungai,” pungkas Pranoto sembari menunduk. (eru)

Foto: tersangka

Category: Indeks Berita, Polres