Jika Dikritik Harus Dijadikan Bahan Introspeksi

359 views

15 JokowiSemerusatu.com: Upaya pemerintah menghidupkan kembali pasal penghinaan kepala negara terus menuai pro dan kontra. Ilmuwan politik senior Mochtar Pabotinggi menganggap pembahasan pasal tersebut membuang-buang waktu. Pasalnya, kata Mochtar, sebelumnya telah ada instrumen hukum untuk menghukum orang yang melakukan penghinaan.

“Itu sudah ada hukumannya, tidak perlu dibuat lagi yang baru,” kata Mochtar, di laman viva.co.id, Sabtu  (15/8/ 2015).

Jika Jokowi mendapat semacam penghinaan atau fitnah, menurut Mochtar, sang presiden tak perlu memusingkannya dan cukup dibalas saja dengan mengatakan “aku ora opo-opo.”

“Presiden Jokowi sudah bagus selama ini dengan selalu menuturkan aku ora opo-opo. Itu sudah bagus, jangan sampai dibalik,” ujar Mochtar.

Menurut Mochtar, kritikan atau ejekan sekalipun harus menjadi bahan introspeksi untuk presiden. Tidak hanya Presiden, juga untuk para pejabat lainnya.

“Harus dijadikan bahan introspeksi bagi presiden. Makin banyak olok-olokan, berarti masih banyak yang kurang. Itu bahan introspeksi bagi eksekutif, legislatif dan sebagainya,” kata Mochtar. (eru)

Foto: Presiden RI Jokowi

 

 

Category: Forum, Headline