Moge Jangan Menjadi Nomor Satu di Jalanan

398 views

17 Gubernur DIYSemerusatu.com (Yogyakarta): Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X angkat bicara mengenai penghadangan konvoi motor gede (moge) yang dilakukan Elanto Wijoyono. Menurutnya,  semua pihak harus tenggang rasa menyikapi hal ini.

Raja Keraton Yogyakarta mengatakan, para pengendara moge seharusnya lebih bisa tertib berlalu lintas. Sehingga tidak menimbulkan kehebohan yang berlebihan di masyarakat.

“Para pengendara moge jangan arogan di jalan raya,” ujar Sultan, di laman viva.co.id, Senin (17/8/ 2015).

Menurut Sultan, pemerintah provinsi tidak melarang acara Jogja Bike Rendezvous (JBR) atau acara moge lainnya yang digelar setiap tahunnya. Tapi harus dengan tata cara yang benar dan tidak merugikan masyarakat lainnya.

“Masyarakat pengguna jalan juga punya aktivitas termasuk pengguna moge.Yang terpenting pengendara moge jangan menjadi nomor satu di jalanan,” lanjutnya

Kepada masyatakat, Sultan mangatakan,  meskipun pasti akan terganggu, dia mengimbau masyarakat untuk dapat memaklumi hal ini. Apalagi, gelaran tersebut hanya dilakukan satu tahun sekali.

“Ini kan agenda tahunan dan resmi sehingga masyarakat juga mempersiapkan diri untuk sedikit menahan bising,” katanya.

Dia pun mengimbau Kepolisian dapat bijak megatur keamanan acara-acara ini. Harus dipastikan masyarakat tidak ada yang dirugikan, sehingga pada akhirnya semuanya dapat berjalan dengan lancar.

“Moge itu bertega besar dan membutuhkan riang di jalan, sehingga tetap dibutuhkan pengawasan ketika melakukan konvoi,” katanya. (viva/eru)

Foto: Gubernur DIY

 

 

Category: Indeks Berita, Seni