Musibah “Trigana Air” Itu Nabrak Gunung Tangok

363 views

15 pesawat Trigana AirSemerusatu.com: Pesawat Trigana Air Service jenis ATR 42 dengan nomor penerbangan IL-257, tujuan Oksibil, yang hilang kontak, Minggu (16/8/ 2015) berhasil ditemukan. Kodam XVII Cenderawasih menyiapkan 3 helikopter menuju lokasi pesawat yang mengangkut 54 orang itu, yakni di Gunung Tangok di Distrik Okbape Kabupaten Pegunungan Bintang.

Pangdam XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal Fransen Siahaan, mengatakan, pihaknya mengetahui lokasi pesawat berdasarkan informasi masyarakat.

“Berdasarkan laporan Dandim 1702 Letkol Inf. Aidi, pesawat Trigana yang hilang kontak sudah ditemukan di Kamp 3, Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang. Informasi ini diperoleh dari masyarakat bahwa pesawat telah menabrak Gunung Tangok,” ujar Pangdam.

Dikatakan,  saat ini tim evakuasi gabungan antara Tim SAR, Kodim dan Pos TNI Oksibil serta Polres sedang menuju lokasi.

“Saya juga sudah perintahkan Danrem 172/PWY Kolonel Inf Sugiono untuk segera mengirimkan heli membantu mengevakuasikan para korban pesawat Trigana Air Service,” katanya sembari menambahkan proses evakuasi berlangsung  mulai Senin (17/8/2015). “Karena sekarang Helli  Kodam yang disiapkan berupa Heli Mi-17, Bolco maupun jenis Heli Bell.

Menurut Pangdam, jajarannya juga telah mengkoordinasi tim yang akan melaksanakan penyisiran melalui udara dari Jayapura pada esok hari bersama-sama dengan tim dari Basarnas.  “Tim yang dipersiapkan dilengkapi dengan peralatan medis dan peralatanmountaineering untuk melaksanakan evakuasi terkait dengan kondisi medan yang curam,” lanjutnya.

Nabrak Pegunungan

Pesawat milik maskapai Trigana Air Jenis ATR dengan nomor penerbangan IL 267 yang hilang kontak saat terbang dari Sentani, Jayapura menuju Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, dikabarkan menabrak sebuah gunung.

pesawat yang membawa 54 orang itu diduga menabrak sebuah gunung di Kampung 3 Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang. Gunung yang ditabrak adalah Gunung Tangok yang ada di Kampung tersebut.

Saat ini masyarakat di Distrik Okbape berusaha menuju lokasi pesawat. Hal sama juga dilakukan tim evakuasi gabungan BPBD, Pos Satgas TNI 133, Koramil, Pos Polisi Oksibil serta Polres Pegunungan Bintang.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Kabupaten Pegunungan Bintang, Mardin Manurung saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, lokasi kejadian yakni Distrik Okbape jaraknya sekitar 20 kilometer dari Oksibil.

“Lokasi kejadian cukup dekat dengan Oksibil, ibu kota Pegunungan Bintang, bahkan distrik itu sudah tembus jalan,” ujarnya.

Mardin yang sudah puluhan tahun mengabdikan diri di Pegunungan Bintang mengatakan, Gunung Tangok bukan gunung yang tinggi. “Itu gunung rendah,” katanya.

Sehingga, lanjutnya, bila pesawat sudah berada di atas udara Distrik Okbape, berarti pesawat dalam hitungan menit sudah siap mendarat.

“Biasa tiga menit lagi sudah landing di bandara Oksibil dan bunyi sirene di bandara sudah terdengar bila pesawat sudah berada di atas Okbape,” ucapnya.

Mardin yang cukup dikenal di kalangan masyarakat Pegunungan Bintang memperkirakan, pesawat menabrak gunung karena pilot terlalu percaya diri lalu keluar dari jaur yang sebenarnya.

“Mungkin saja pilot terlalu over confidence, lari dari jalur. Sebab Gunung Tangok tidak tinggi,” ujar dia.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, mengatakan, pencarian awal pesawat dengan rute Jayapura-Oksibil akan dilakukan terlebih dahulu melalui jalur udara.

“Pencarian dari udara dahulu. Setelah diketahui titik lokasi jatuhnya pesawat, terus nanti akan dikoordinasikan apakah lewat darat atau udara,” kata Jonan di gedung Kementerian Perhubungan, Minggu, 16 Agustus 2015.

Untuk proses evakuasi, Jonan juga memaparkan akan dilakukan setelah tim evakuasi mengetahui rute yang dilalui dan lokasi keberadaan hilangnya pesawat.

“Pencarian dari udara dahulu, nanti diketahui tergantung medan. Setelah diketahui titik lokasi hilangnya pesawat penumpang dan sebagainya, nanti diputuskan, apakah menggunakan upaya darat atau udara untuk evakuasi,” ujar dia.

Untuk kemungkinan penyebab hilangnya kontak pesawat bahkan diduga menabrak, Jonan enggan berkomentar lebih banyak.

“Kita upayakan dahulu pencariannya. Untuk kemungkinan penyebabnya nanti biar KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi),” ucapnya.

Seperti diketahui, pesawat Trigana Air berjenis ATR-42/300 dengan nomor penerbangan IL-267 jurusan Jayapura-Oksibil hilang kontak pada pukul 14.55 WIT.

Pesawat itu membawa sebanyak 49 penumpang, terdiri dari 44 dewasa, tiga anak-anak, dan dua bayi. Pesawat dipiloti Kapten Hasanudin, kopilot Aryadin, mekanik Mario, serta pramugari Ika dan Dita. Pencarian posisi pesawat Trigana Air yang hilang kontak dan diduga menabrak Gunung Tangok di Pegunungan Bintang akan dilanjutkan  besok pagi sekitar pukul 06.00 waktu setempat. (viva/eru)

 

 

Category: Headline, Indeks Berita, Indonesia