Dimusnahkan, Narkoba dari Tiongkok Hasil Tangkapan Polda – Bea Cukai Jawa Timur

496 views

18 Bid Humas ArgoSemerusatu.com (Surabaya): Barang bukti hasil tangkapan tim gabungan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur dan Bea Cukai (BC) Jatim I, Kamis (20/8/2015) akan dimusnahkan di halaman Ditnarkoba Polda Jatim.

Barang bukti narkoba itu, sebelumnya berhasil menggagalkan penyelundupan 6,993 kilogram sabu-sabu asal Guangzho, Tiongkok, lewat jalur laut.

Modusnya, ada dua paket sabu-sabu yakni 4,887 kilogram dan 2,106 kilogram sabu-sabu yang diselipkan dalam kontainer yang berbeda, kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol RP Argo Yuwono.

Didampingi Kepala Kanwil Bea Cukai Jatim I Rahmat Subagio dan staf Subdit II Ditnarkoba Polda Jatim, ia menjelaskan pengungkapan kasus penyelundupan sabu-sabu itu terjadi dua kali yakni 7 Juli 2015 dan 9 Juli 2015.

“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan wartawan yang mau bersabar untuk pengembangan kasus itu hingga tertangkap tiga tersangka, sehingga pembawa dan penerima barang pun terungkap. Jadi,  proses pengungkapan dilakukan hingga ujung kasus itu,” katanya.

Pada 7 Juli 2015, tim gabungan menangkap tersangka MS alias LM asal Aceh dan HF alias AS yang juga asal Aceh. Mereka tertangkap membawa empat bungkus sabu-sabu seberat 2,016 kilogram.

Selanjutnya, pada 9 Juli 2015, tim gabungan menangkap DW asal Jakarta yang tertangkap membawa 4,887 kilogram sabu-sabu. “Penemuan 6,993 kilogram sabu-sabu itu akhirnya dikembangkan polisi untuk melakukan penangkapan ketiga tersangka pada 10-11 Juli 2015,” katanya.

Bahkan, Polda Jatim juga mengembangkan kasus ke Jakarta pada 6 Agustus 2015 untuk menangkap AS selaku penerima barang, lalu tersangka DW asal Jakarta juga diserahkan ke Polda Metro Jaya.

“Kedua pengungkapan itu terjadi di Pelabuhan Petikemas Jalan Tanjung Mutiara, Tanjung Perak, Surabaya pada malam hari dengan modus tergolong baru, karena dimasukkan ke dalam barang di dalam kontainer,” lanjutnya.

Kasus pertama adalah sabu-sabu diselipkan dalam kontainer berisi alat-alat pertanian, sedangkan kasus kedua adalah sabu-sabu diselipkan dalam kontainer berisi “coffe maker”.

“Kasus pertama itu ada 2,106 kilogram sabu-sabu yang dimasukkan ke dalam sejumlah alat pertanian, sedangkan kasus kedua itu ada 4,887 kilogram sabu-sabu yang dimasukkan ke dalam coffe maker,” katanya.

Selain menyita sabu-sabu, polisi juga menyita tujuh alat pertanian, tiga gawai (hanphone), satu lembar tanda terima penyerahan barang dari MS kepada HF, dan tujuh “coffe maker”.

“Para tersangka dijerat Pasal 112 Ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 4-12 tahun penjara dan pidana denda Rp 880 juta hingga Rp 8 miliar,” katanya. (eru)

 

 

Category: Headline, Indeks Berita, Polda