Serangan Jantung, Pelatih Arema Cronus Wafat

407 views

19 pelatih arema cronusSemerusatu.com (Malang): Pelatih Aremas Cronus Suharno meninggal, Rabu (19/8/2015) dalam perjalanan pulang dari stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pelatih berusia 56 tahun itu sempat menghentikan mobil yang dikendarainya dan mengeluhkan sakit di bagian perut. Tenaga medis di Puskesmas Pakisaji kemudian menduga pelatih tersebut meninggal akibat serangan jantung.

“Waktu selesai latihan kami ada meeting sambil makan di Warung Lumayan, dekat stadion. Di sana coach makan dengan lahap, dengan sayur lodeh pedas,” kata Made Pasek Wijaya, Asisten Pelatih Arema Cronus, di laman viva.co.id, Rabu (19/8/2015).

Saat itu tak tampak tanda-tanda mendiang mengalami kesakitan. Bersama General Manager, Rudy Widodo, mereka membahas pembatalan Piala Proklamasi serta persiapan untuk memenangkan Piala Presiden. “Coach memang gemar makan pedas,” lanjut Made mengenang.

Usai meeting, mereka pun melanjutkan perjalana ke kota Malang dengan Suharno di belakang kemudi. Sekitar 2 kilometer dari warung tersebut, mendiang kemudian menepikan mobilnya dan meminta Made menggantikan posisinya mengemudikan mobil.

Rudy yang duduk di depan pun kemudian menggantikan Suharno, “Coach kemudian saya gosok dengan minyak kayu putih dan saya urut karena mengeluh perut kembung, sakit dan mual,” ujarnya.

Mobil kemudian melaju. Berikutnya, mendiang meminta untuk menghentikan mobil karena merasa mual dan hendak muntah, “Kami kemudian cari dokter terdekat, tapi langsung diminta membawa coach ke UGD, katanya kondisinya sudah gawat,” tuturnya.

Karena UGD terdekat ada di Puskesmas Pakisaji, mereka pun membawa mendiang ke UGD Puskesmas. Setibanya di Puskesmas, pasien mendapatkan penanganan berupa pacu jantung, bantuan pernafasan juga cairan infus, “ sekitar 10 menit di sini, tapi nyawa beliau tidak tertolong, itu sekitar pukul 20:00 malam ” ujar Made.

Kabar meninggalnya Suharno pun segera tersebar ramai diantara pemain dan juga official Arema lain. Pemain Arema yang baru saja menyudahi sesi latihan di Kanjuruhan segera berdatangan ke Puskesmas Pakisaji untuk memberikan hormat pada pelatih mereka yang terakhir kalinya. Tak sedikit diantara pemain yang datang masih mengenakan jersey latihan warna biru. “ Ini pukulan berat bagi kami dan kami tidak tahu harus berbicara apa,” ucap Cristian Gonzales. (eru)

Foto:almarhum Suharno (inilah.com)

Category: Indeks Berita, Olahraga