Anak Mati Ditahanan, Orangtuanya Mencari Keadilan

363 views

29 Mati ditahanan Polsek BenowoSemeruatu.com: Sri Manunik (53) ibunda almarhum Bagus Priyo Susilo (23) pemuda asal Dusun Bogem, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur ini meninggal berstatus tahanan di Polsek Benowo Surabaya, karena terlibat kasus narkoba. Terkait hal ini, Orangtua almarhum Bagus tetap mencari keadilan.

Pasalnya, Bagus dinilai meninggal tidak wajar, karena banyak luka yang terdapat dalam tubuhnya. Sri Manunik, Sabtu (29/8/2015), meminta adanya pembelaan hukum yang mendampinginya dalam menuntut ketidakwajaran kematian Bagus.

Sri Manunik meminta bantuan hukum ke pengacara Sunarno Edy Wibowo. Dihadapan Bowo- sapaan akrab pengacara asal Surabaya itu, Sri juga menjelaskan, bahwa kematian anaknya sangat tidak wajar, karena banyak luka yang ditemukan di jasad anaknya yang meninggal di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Kata Sri Manunik, dalam tubuh anaknya, ditemukan sejumlah luka yang masih menganga serta luka lebam di leher, luka di pergelangan tangan akibat borgol, lebam di dahi dan di kepala bagian belakang Bagus

“Bagus diamankan dan ditahan pada 16 Agustus oleh Polsek Benowo. Dua hari dalam tahanan, Bagus dilarikan ke rumah sakit. Saat saya jenguk, Bagus bercerita dan mengeluh sakit di bagian dada, kepala dan sering muntah-muntah, tapi tidak berani cerita apa penyebabnya,” kata Sri sambil menunjukkan beberapa foto luka yang terdapat pada jenazah anaknya seperti dilansir di laman beritajatim.com.

Sri sengaja meminta bantuan hukum ke Pengacara Bowo karena sering mengadvokasi warga miskin yang terbelit masalah hukum. Sri minta tolong agar penyebab kematian anaknya bisa terkuak.

“Anak saya tidak punya jejak rekam penyakit serius. Pernah kena gejala tipus, tapi sudah lama. Kok sekarang pihak kepolisian menyatakan anak saya meninggal karena penyakit liver, Itu mengada ngada Pak Bowo,” lanjut Sri.

Sementara Sunarno Edy Wibowo menegaskan, bahwa sesuai bukti dan cerita dari ibu korban, dapat disimpulkan, bahwa memang ada kejanggalan dalam kasus kematian Bagus.

Bowo beserta timnya akan menelusuri kronologis kasus dan mengumpulkan semua bukti-bukti dugaan kekerasan tersebut. Bowo menduga ada kekerasan yang dialami oleh korban. Dan akan mengadvokasi kasus ini.

“Siapapun dan berapapun jumlah petugas yang terbukti terlibat, harus dihukum. Jangan hanya dilaporkan atau ditangani propam. Kasus ini juga bisa dibawa tindak pidana karena kejanggalan sangat mencolok,” ujar Bowo.

Dirinya mengaku senang membela rakyat kecil. Petugas juga diminta tidak seenaknya pada orang awam yang kurang mengetahui hukum. “Saya dan orang tua korban tidak terima dengan kejanggalan ini,” pungkas Bowo.

Sekedar diketahui, Bagus diamankan anggota Polsek Benowo di kawasan Surabaya saat bersama teman wanitanya bernama Shella yang diduga kedapatan membawa narkoba Minggu (16/8/2015) lalu.

Dua hari dalam tahanan, Bagus jatuh sakit dan mendapatkan perawatan intensif ke rumah sakit milik Polri itu. Dalam perawatan sekitar lima hari, nyawa Bagus tidak terselamatkan. (bj/eru)

Foto: Sri Manunik dan pengacara Bowo

Category: Indeks Berita, Polres