KPU Surabaya Tak Meloloskan Rasiyo – Abror

210 views

31 Rasiyo abrorSemeruSatu.com: Salah satu alasan KPU Kota Surabaya tidak meloloskan pasangan Rasiyo-Abror dan membuatnya tidak memenuhi syarat running Pilwali Surabaya adalah permasalahan rekomendasi PAN.

Surat rekom asli yang diberikan kepada KPU pada tanggal 19 Agustus 2015 dinilai tidak identik dengan surat pertama (scan) yang diberikan saat pendaftaran pada 11 Agustus 2015. Surat rekomendasi tersebut bahkan dikabarkan hilang.

Wakil Ketua Umum DPP PAN Suyoto tidak menampik, bahwa surat rekomendasi PAN untuk pasangan Rasiyo itu hilang. “Ada orang suruhan pak Abror yang mengambil surat rekomendasi itu di kantor DPP saat pendaftaran 11 Agustus 2015, tapi tidak disampaikan ke KPU Surabaya,” katanya kepada wartawan di kantor DPW PAN Jatim, Senin (31/8/2015).

DPP, menurut dia, memang tidak dapat langsung memberikan fisik surat itu kepada Abror karena beberapa alasan. Pertama, bunyi rekomendasi berbeda dari yang semula Dhimam Abror-Haries Purwoko, menjadi Rasiyo-Dhimam Abror. Kedua, saat itu, sebagian besar pengurus DPP sedang sibuk menghadiri Muswil PAN di Kediri.

Karena kendala teknis itulah, akhirnya diambil inisiatif mengirim rekomendasi melalui alamat emailnya, yang lalu dipindai dan di-scan, lantas diberikan ke KPU Surabaya. “Sebenarnya jika lancar, malam itu juga rekomendasi bisa langsung diserahkan ke KPU,” tandasnya.

Karena surat itu tidak ditemukan, DPP membuat arsip surat dengan materai baru, yang otomatis nomor materai juga berbeda. Surat arsip itulah yang diberikan kepada KPU saat masa perbaikan berkas pada 19 Agustus 2015.

Kemudian, siapa orang suruhan Abror yang membawa surat rekomendasi tersebut? Informasi yang dihimpun, kurir yang diperintah mengambil surat rekomendasi ke kantor DPP PAN, namun tidak menyerahkannya ke KPU Surabaya itu berinisial HSS.

Dhimam Abror saat itu sempat dikonfirmasi, mengaku juga kehilangan jejak HSS. Selain menghubungi melalui ponsel, Abror mengaku sempat mendatangi rumah HSS, namun keluarganya juga tidak mengetahui keberadaan HSS.

Ketua DPC PAN Kota Surabaya, Surat, juga mengaku tidak tahu siapa HSS. Pihaknya juga tidak mengirim pengawal untuk kurir tersebut, yang diberi tugas mengambil dan memberikan surat rekomendasi ke KPU Surabaya. “Waktu itu, kami sedang sibuk agenda Muswil di Kediri, yang tahu persis orang DPP PAN,” jelasnya di laman beritajatim.com.

Pihaknya mengaku tidak ambil pusing dengan hilangnya surat rekomendasi PAN untuk Abror tersebut. Kini mereka tengah fokus pada upaya melaporkan KPU Surabaya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). (bj/eru)

Foto: Rasiyo dan Dimam Abror

Category: Indeks Berita, Jatim