Menyatuhkan Pendidikan Dasar TNI dan Polri di Akademi Militer

485 views

1 TNI Panglima di MalangSemeruSatu.com (Malang): Adalah sebagai salah satu bentuk miskomunikasi antara personel keamanan di tingkat daerah, dan kegagalan menjalankan mandat Panglima TNI dan Kapolri. Hal ini ditegaskan oleh Panglima Tentara Nasional Indonesia, Jendral Gatot Nurmantyo terkait bentrok fisik antara TNI dan Polri di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang menewaskan seoranganggota TNI, yang terjadi pada 30 Agustus 2015.

“Konflik yang terjadi itu, bahkan Presiden mengatakan konflik seperti jangan terulang dan harus mendahulukan kebersamaan. Antar lembaga harus saling menguatkan jangan kedepankan letusan senjata tapi kedepankan komunikasi,” ujar Jendral Gatot Nurmantyo di sela-sela mengisi kuliah tamu di Universitas Brawijaya, Malang (1/9/2015).

Jendral TNI berbintang empat itu, menghimbau peristiwa di Polewali Mandar jangan sampai terulang kembali. Mengingat TNI dan Polri merupakan sesama warga Negara Indonesia, juga sebagai aparat dan penegak hukum yang harus mencontohkan kehidupan rukun.

Bentrokan tersebut dituding sebagai kegagalan pihak pimpinan TNI Polri di kabupaten tersebut. Pimpinan di daerah tersebut dianggap gagal menjalankan perintah panglima TNI dan Kapolri, untuk melakukan kegiatan bersama, demi menggalang kebersamaan dan kekompakan aparat lintas matra, di tingkat daerah.

“Untuk lebih mempererat kebersamaan dan mengeliminasi bentrokan fisik serta konflik horisontal aparat keamanan, kami sepakat menyatukan pendidikan dasar TNI dan Polri selama 3 bulan pertama di akademi militer. Kalau antar lembaga ini saling mengenal satu sama lain tak mungkin ada konflik diantara mereka,” ujartnya di laman beritajatim.com. (bj/eru)

Foto: Panglima TNI (bj)

Category: Hankam, Headline, Indeks Berita