Tender TNKB Disetop, PT TUN Kabulkan Gugatan PT MAS

388 views

1 plat nomor ranmorSemeruSatu.com: Tender pengadaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tahun anggaran 2015 atau yang biasa disebut pelat nomor kendaraan (nopol kendaraan) disetop.

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) mengabulkan seluruh gugatan yang diajukan penggugat yakni PT Mitra Alumindo Selaras (PT MAS) yang meminta dihentikannya tender.

Majelis hakim melihat sesuai prinsip E-Katalog maka penawaran penggugat menjadi yang ‎terendah dan sudah sesuai dengan prinsip efisiensi anggaran negara, sebab ditemukan selisih harga Rp 16 miliar lebih.

Kuasa hukum PT MAS Syamsul Huda Yudha menilai langkah Majelis Hakim PTUN sudah tepat, termasuk perintah hakim kepada seluruh pihak tergugat, yakni Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) dan PT Starmas Inti Alumunium Industry (PT SIAI).

“Karena PT MAS memiliki harga penawaran paling rendah yang responsif, tapi dikalahkan begitu saja oleh Pokja LKPP secara tidak fair dan tidak mendasar,” ucap Syamsul dalam siaran persnya yang dilansir dari laman republika.co.id, Senin (31/8/2015) malam.

Berdasarkan uraian pembukaan dokumen penawaran, PT MAS sudah disebutkan sebagai peserta yang memasukkan harga penawaran yang paling rendah kepada Pokja Katalog, dibandingkan dengan dengan peserta lain di dalam tender yang sama.

Kecewa Putusan Hakim

Kasubid Ranmor Bidang Regiden Korlantas Polri, AKBP M Taslim Chaerudin mengaku, kecewa atas putusan hakim tersebut. Kakorlantas Polri pun akan mengajukan upaya kasasi atas putusan tersebut.

“Masalah TNKB ini tidak terkait proses pembangunan. Saya sedih karena kita ini pelayan masyarakat, tapi selalu dimaki-maki,” kata dia. Di Makasar, misalnya, terjadi berbagai unjuk rasa.

Warga kecewa dengan Polri karena tidak menyediakan TNKB akibat putusan hakim untuk menunda pengadaan TNKB sehingga kosong seperti sekarang.

Dalam kesempatan itu Taslim juga mengaku heran kenapa gugatan diajukan kepada Korlantas sebagai salah satu tergugat, sehingga pihaknya yang mendapat ‘getah’ akibat putusan hakim itu. Menurut dia, tidak ada alasan untuk menggugat Korlantas, sebab objek gugatannya adalah keputusan pemenang lelang.

“Jadi seharusnya gugatannya cukup dilayangkan kepada pemenang lelang. Tapi keputusan hakim hari ini malah mengabulkan permohonan pengugat,” tandasnya.  (rol/eru)

Foto: ilustrasi

 

Category: Headline, Indeks Berita, Lantas