Kapolri Resmikan Museum Polrestabes Surabaya dan Baju Dinas Mantan Kapolri Juga Di-museum-kan

716 views

10 Kapolrestabes SurabayaSemerusatu.com: Museum berisi koleksi sejarah Kepolisian sejak zaman Belanda – Jepang, Sabtu malam (10/10/2015) diresmikan oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Lokasi museum berada di dalam bangunan utama Mapolrestabes Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Yan Fitri Halimansya mengatakan, diantara koleksi museum  pada zaman Belanda dan Jepang diantaranya  peralatan identifikasi, senajata laras pajang dan pendek , peralatan kantor mesin ketik, kamera, brankas,  alat pembesar sidik jari, seragam polisi, meriam dan sepeda pancal.

Selain koleksi itu, museum juga dilengkapi  dengan baju seragam mantan Kapolri Jenderal Suroyo Bimantoro dan mantan Kapolri Jenderal Sutarman. Kedua mantan Kapolri ini pernah dinas di Polrestabes Surabaya.

Dulu, nama Polrestabes Surabaya bernama Hoofdbureau  berubah menjadi Komtabes lanjut bernama Polwiltates dan hingga sekarang  Polrestabes Surabaya.  Sementara untuk lebih semarak diacara peresmian museum, maka juga ada hiburan campursari.

Di sisi lain, museum Polrestabes Surabaya menambah pelayanan polisi kepada masyarakat. Tugas utama Kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, namun pelayanan itu diikuti pula dengan pelayanan terkait pengetahuan sejarah Kepolisian.

Hal ini bisa diwujudkan dengan memberikan kesempatan masyarakat melihat benda sejarah milik Kepolisan dari zaman ke zaman.

Menempati gedung cagar budaya sebagai kantor Kepolisian, Polrestabes Surabaya memanfaatkannya untuk Museum Sejarah.

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, AKP Lily Djafar menambahkan, ide mejadikan museum datang dari Kapolrestabes Kombes Yan Fitri Halimansyah.

“Karena Pak Yan lihat, bahwa kami menempati gedung cagar budaya, kenapa gak sekalian ada museum di sini. Itu gagasan dari beliau (Yan Fitr),”  katanya.

Sedang koleksi koleksi barang yang dipajang dalam galeri di museum itu merupakan barang bersejarah sekaligus saksi mati perjuangan kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Barang sejarah terdiri dari senjata, baju dinas, alat komunikasi, kamera, mesin ketik, serta benda-benda lainnya didapat dari polsek-polsek jajaran Polrestabes Surabaya.

Sehingga

Sedangkan untuk mengumpulkan koleksi koleksi di museum dibutuhkan waktu yang lama, apalagi koleksi benda bersejarah selalu dirawat pihak kepolisian. “Memang tidak semua koleksi kami pajang, kami pilih dulu mana yang memang bersejarah. Terutama pada benda-benda zaman dahulu, kaya lonceng yang dari tahun 1848, itu kan sebelum ada negara ini,” lanjutnya.

“Gtentunya kami akan kerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Surabaya agar museum ini bisa menjadi jujukan wisata menemani Museum Siola yang ada di tengah kota,” unarnya. (eru)

Foto: Kapolrestabes Surabaya sdengan koleksi foto zaman dulu di museum

 

 

Category: Headline, Indeks Berita, Indonesia, Polres