Belum P 21, Berkas Perkara “Kasus Lumajang” yang Dikirim ke Kejari Lumajang

725 views

30-LumajangSemerusatu.com: Berkas perkara tindak pidana umum yang ditangani oleh penyidik yang dipimpin Kompol Faruk Afero SH, Kanit IV Premanisme Subdit III Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim telah menetapkan 28 tersangka.

Sedang berkas perkara tindak pidana yang ditangani oleh penyidik dari Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus, yang dikomandani oleh AKBP Anjas Gautama menetapkan 13 tersangka ( 6 tersangka dariLP No 142 dan LP 143 serta 7 teersangka baru). Sebagian berkas perkara ini sudah dilimpahkan ke Kejari Lumajang. Namun belum P 21 alias sempurna.

Dari jumlah itu, penyidik melakukan penahanan terhadap 32 tersangka dengan rincian 28 tersangka ditahan di Rutam Mapolda Jatim dan 4 tersangka (Jumanan, Satuwi, Besri dan Tomin) di tahan di Mapolres Lumajang sejak 11 Oktober 2015.

Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan dan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah.

Ceriteranya, bahwa tanah sawah yang berada di area prnambangan pasir di dekat pantai Watu Pecah, Desa Selok Awar Awar, Pasirian, Lumajang, Jawa Timur yang dikuasai Salim alias Kancil (tewas korban kekerasan kaum preman) adalah milik perhutani. Di sini Salim Kancil diketahui juga ikut berperan dalam penambangan pasir dengan menarik uang parkir truk pengangkut pasir yang diparkir di lokasi sawah yang Salim kuasai sebesar Rp 1 juta kepada Kades Hariyono (terakhir Salim menerima Rp 1 juta sekitar Agustus 2015).

Setelah itu, Kades tidak membayar parkir lagi kepada Salim Kancil karena ada pihak Perhutani yang mengatakan kepada Kades Hariyono, bahwa tanah sawah yang diakui milik Salim Kancil sebagai lokasi parkir truk adalah milik Perhutani. Selain itu, Salim juga mengapling tanah milik Perhutani dijadikan lahan pertanian. Kemudian tanah tersebut dijual kepada pihak ketiga. Hal ini, penyidik masih melakukan penyelidikan terkait kebenaran informasi tersebut.

Sebagaimana diketahui, kasus pengeroyokan terhadap korban Tosan yang terjadi di Dusun Krajan II, Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang pada Sabtu (26/9/2015) sekitar pukul 06.30 WIB dan kasus pembunuhan terhadap Salim alias Kancil, warga Dusun itu terjadi hari yang sama dan pukul 08.00 WIB.

Latar belakang peritsiwa itu terjadi adanya perselisihan dua kubu yang Pro dengan penambang pasir (para tersangka atau kelompok 12) dengan yang menolak penambangan pasir (Tosan dan Salim alias Kancil).

Sebelum aksi kekerasan terjadi, polisi pernah menerima laporan: LP/K/268/IX/2015/Jatim/Res Lumajang  tertanggal 10 September 2015. Pelapor Tosan yang melaporkan  Desir atau Madasir dan kawan kawan telah melakukan pengancaman terhadap dirinya (Tosan) dengan menggunakan celurit pada Kamis (10/9/2015) sekitar pukul 21.30 WIB.

Perkembangan penanganan laporan hingga saat ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi Tomin, saksi Tinarlap tidak hadir sampai panggilan kedua kalinya. Sedang Budi keberadaannya tidak jelas termasuk tempat tinggalnya (ketiga Tomin, Tinarlap dan Budi adalah yang datyang bersama sama terlapor mendatangi rumah pelapor (Tosan) dan melakukan pengancaman kepada pelapor).

Dasar tiga laporan Pertama LP/142/IX/2015/Jatim/Res Lumajang tertanggal 26 September 2015 korban Tosan. Kedua LP/143/IX/2015/Jatim/Res Lumajang tertanggal 26 September 2015 korban meninggal Salim alais Kancil. Ketiga LP.A/169/IX/2015/Jatim/Res Lumajang tertanggal 29 September 2015.

Didasari atas laporan tersebut, maka berdasarkan hasil penyidikan dilakukan splitzing    menjadi 12 berkas perkara (8 berkas perkara tindak pidana umum dan 4 berkas perkara ditangani penyidik tindak pidana khusus)

Dasar LP/142/IX/2015/Jatim/Res Lumajang terrahggal 26 September 2015 atas nama korban Tosan ini hasil penyidikan dilakukan splitzing menjadi 3 berkas perkara  melibatkan 6 tersangka masing masing Subadri, Siari, Siaman, Slamet, Hedor dan Dodik Hartono. Mereka ini dijerat pasal 170 KUHP.

Perkembangannya, tim penyidik telah mendatangi Tosan di RSUD Syaiful Anwar Malang  untuk dilakukan pemeriksaan.Namun Tosan tidak mau diperiksa penyidik hingga Tosan diijinkan pulang oleh dokter yang merawat. Lalu penyidik berkoordinasi dengan LPSK guna pengamanan terhadap Tosan.

Hasil perkembangan pemeriksaan, bahwa ada tersangka lain yang melakukan pengeroyokan Tosan adalah Jumanan, Satuwi dan Besri. Ketiga pelaku ini di splitzing dalam berkas perkara tersendiri.

Sedang berkas perkara seorang tersangka Suparman alias Parman dijerat pasal 170 Jo 55, 56 KUHP, karena berkelahi dengan Tosan dan Parman menyampaikan dengan kawan kawan lainnya. Kasus ini masih dalam pemberkasan.

Sementara berkas perkara dengan 3 tersangka (Jumanan, Satuwi dan Besri) dijerat pasal 170 Sub 351 Jo 55, 56 KUHP karena melakukan pengeroyokan terhadap Tosan. Ketiga tersangka ini ditahan di Polda Jatim, sejak 11 Oktober 2015.

Kasus LP/143/IX/2015/Jatim/Res Lumajang tertranggal 26 September 2015 korban tewas Salim alias Kancil. Berdasarkan hasil penyidikan dilakukan splitzing menjadi 2 berkas perkara melibatkan 8 tersangka (Harmoko, Rudi Hartono, Ngatiman, Tejo, Edi, Gito, Eli, dan Timartin) dijerat pasal 340 Sub 338 Sub 170 Sub 351 Jo 55, 56 KUHP.

Berkas perkara libatkan 2 tersangka dibawah umur  bernama Ilyas (16) dan Abdul Ajiz (15). Bekas perkara tersangka ini sudah dilimpahkan ke Kejari Lumajang.

Hasil penyidikan terhadap dua laporan masing masing LP 142 dan 143) korban tewas Salim alis Kancil dan korban Tosan menderita luka luka, akhirnya ditemukan fakta perbuatan  tersangka menganiaya Tosan dan pembunuhan terhadap Salim alias Kancil, ini berkas dilakukan splitzing menjadi 3 berkas perkara melibatkan 6 tersangka Madasir, Hendrik, Buriyanto, Farid, Widianto dan Sukit. Teresangka ini dijerat pasal 340 Sub 338 Sub 170 Sub 351 Jo 55,56 KUHP.

30 September Kapolda reles kasus salim kancilSementara berkas perkara libatkan tersangka Kades Pasirian Hariono dijerat pasal 340 Sub 338 Sub 170 Sub 351 Jo 55,56 KUHP dengan korban aniaya Todan dan korban tewas Salim Kancil. Perkas perkara kasus ini sudah dilimpahkan ke Kejari Lumajang masih dalam penelitian pihak JPU.

Sedang berkas perkara melibatkan tersangka Tomin alias Tumin dijerat pasal 340 Sub 338 Sub 170 ayat (1,2) ke 2 Sub 351 ayat (2,3) Jo 65 KUHP dengan korban luka ljuka Tosan dan korban tewas Salim alias Kancil. Tersangka Tomin, sejak 13 Oktober 2015 ditahan di Polda Jatim.

Kemudian LP.A/169/IX/2015/Jatim/Res Lumajang tertanhggal 29 September 2015 berdasarkan penyidikan dilakukan splitzing  menjadi 4 berkas perkara ini melibatkan teresangka Kades Pasirian Hariyono dijerat pasal 158 dan atau 161 UU No 4 tahun 2009 tentang Minerba.

Perkembangan kasus ini penyidik masih memenuhi P 19 Jaksa, di mana petunjuknya agar penyidik memperdalam keterkaitan antara tersangka Hariono dan teersangka lain (yang diberkas tersendiri) terkait kerjasama, operasional dan keuangannya serta melakukan pemeriksaan terhadap pihak Perhutani terkait kepemilikan lahan di area penambangan pasir yang dilakukan  olehpara tersangka.

Berkas perkara dengan melibatkan 2 tersangka  (Eriza Hardy Z alias Reza berperan pemilik alat berat dan khusnul Rofiq selaku teknisi alat berat, dijerat pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang minerba Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Kasus ini masih dalam proses sidik dan tahap penyusunan berkas perkara.

Berkas perkara libatkan 3 tersangka (Harmoko teersangka LP 143, Madasir tersangka LP 142 dan LP 143 serta Yoso merupakan tersangka baru.Namun masih dalam tahap pemanggilan ke 3. Sedang berkas pemeriksaan belum selesai.

Berkas perkara libatkan 7 tersangka Hamin, Slamet Susio, Eko, Rudi, Dodik (teersangka LP 142), Hedor (tersangka LP 142 dan 143) , dan Widianto (tersangka LP 142 dan LP 143). Mereka ini dijerat pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tenetang Minerba Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Berkas perkara ini masih proses sidik dan tahap penyusunan berkas perkara.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes R.P Argo Yuwono saat dikonfirmasi terkait “kasus Lumajang” menyatakan, berkas perkara yang sudah dilimpahkan ke Kejari Lumajang belum ada yang P 21 alias sempurna.

Jika ada yang sudah sempurna berkas perkara yang dilimpahkan itu, maka penyidik segera melimpahkan tersangka plus barang  bukti ke Kejaksaan.  (eru)

Foto: Kabid Humas Polda Jatim dan para tersangka “kasus Lumajang “

 

 

Category: Headline, Indeks Berita, Kejaksaan, Polda