Polisi Siaga, Ratusan Warga Demo PT BSI Banyuwangi

665 views

18 demoibanyuwangi 1Semerusatu.com: Tuntutan masyarakat Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur  agar operasi PT Bumi Suksesindo (BSI) di Pegunungan Tumpang  Pitu ditutup. Harapan itu terbuka setelah ratusan pendemo bertemu dengan Manager Community Sosial Responsibility (CSR) PT BSI, Musmin Wuryandi, di pertigaan wisata Pulau Merah, Rabu (18/11/2015).

Pertemuan singkat yang dikemas dalam mediasi demo jalanan itu, Musmin berjanji bakal menyampaikan aspirasi masyakarat Desa Sumberagung ke PT BSI, yang berpusat di Jakarta. Dia beralibi BSI Site Banyuwangi tidak punya kewenangan untuk mengambil kebijakan.

“Semua uneg-uneg bapak-bapak akan kami sampaikan pada pimpinan di Jakarta,” katanya di atas mobil demonstran.

Tidak lama Musmin berdiri menemui para pengunjukrasa gabungan dari Kecamatan Muncar, Purwoharjo, Bangorejo, Siliragung dan Pesanggaran, Manager CSR itu langsung turun dari mobil demonstran dengan dikawal anggota polisi untuk kembali ke kantornya.

Musmin datang menemui pendemo setelah aparat kepolisian mendesak perwakilan PT BSI segera memenuhi tuntutan pengunjukrasa untuk negosisiasi terbuka. Sebelumnya, hampir dua jam pasca orasi di pintu masuk PT BSI Site Pulau Merah warga kontra tambang sempat emosi dan menerobos barikade aparat untuk masuk ke kantor perusahaan tambang mineral itu.

Tidak sedikit warga yang berjalan menuju camp PT BSI yang baru di petak 13 untuk menggelar aksi disana. Beruntung aparat kepolisian dari Polres Banyuwangi yang melakukan pengamanan berhasil menghalau warga agar kembali ke lokasi orasi semula. Tak lama setelah itu Musmin pun datang untuk menemui pengunjukrasa.

Mediasi antara massa pendemo dan perwakilan PT BSI di mediatori Kabagops Polres Banyuwangi Kompol Sujarwo. Di hadapan Musmin, warga meminta operasi tambang PT BSI dihentikan. Warga Desa Sumberagung tidak menginginkan adanya kopensasi.

Setelah ditemui Musmin, emosi para pendemo menjadi reda. Padahal sebelum itu mereka terus menyuarakan kata-kata bernada satir agar perwakilan PT BSI keluar menemui para demonstran. Kabagops Kompol Sujarwo dan Kasatbinmas AKP Imron sampai berulangkali naik mobil demonstran untuk menenangkannya.

18 demo banyuwangiSaat situasi panas Kompol Sujarwo berujar untuk mendatangkan perwakilan PT BSI agar mau menemui massa. Dia juga menegaskan, bahwa polisi tidak mendukung PT BSI. Kehadirannya di lokasi demo karena perintah undang-undang.

Saking riuhnya demontrasi siang itu, Danlanal Banyuwangi Letkol Wahyu P Indrawan sampai turun ‘gunung’. Petinggi AL di wilayah Bumi Blambangan ini bahkan rela naik mobil pengunjukrasa untuk menyampaikan petuahnya melalui pengeras suara.

“Polisi tugas kemari sebagai aparat keamanan. Bapak-bapak beraksi di sini juga untuk menyuarakan aspirasi. Jadi mari saling menghormati. Kalau bisa suarakan aspirasi melalui wakil rakyat,” pintanya.

Meski sudah ditenangkan Danlanal, para demonstran tetap bersikukuh dengan tuntutannya agar operasi PT BSI dihentikan. Warga juga terus mendesak perwakilan perusahaan tambang yang beroperasi di Pegunungan Tumpangpitu menemui mereka.

Sebelum demo berakhir, aksi unras ini diawali dari Balai Desa Sumberagung sekitar pukul 10.00 WIB. Seluruh massa pendemo berangkat bersama-sama menggunakan sepeda motor dan satu mobil orasi menuju kantor PT BSI di Pulau Merah. Tiba di petak 8 aksi warga dihentikan aparat.

Sempat berorasi sebentar di sini, para pengunjukrasa berhasil menerobos barikade aparat dan meneruskan aksinya di pertigaan Pulau Merah. Ratusan sepeda motor dengan jumlah pengunjukrasa lebih dari 500 orang ini akhirnya memusatkan aksi di pertigaan Pulau Merah.

Meski sempat memanas, tapi polisi berhasil meredam massa sehingga membubarkan diri dengan sukarela sekitar pukul 12.15 WIB. Diakhir aksinya, para demonstran akhirnya memberi tepuk tangan pada aparat karena merasa mendapat perlindungan saat menjalankan demo. Mereka juga terkesan setelah aparat berhasil membujuk perwakilan PT BSI agar mau bernegosiasi dengan warga.

“Polisi koncone dewe toh. Mesakne, polisi ngepam mrene mangane urunan tuku dewe. Mangane ora diwei karo BSI. Saiki terbukti nek polisi milik masyarakat,” puji salah satu perwakilan warga lewat pengeras suara. (bwi/eru)

Category: Headline, Indeks Berita, Jatim