Polisi Bekuk Penjual Mahasiswi dan SPG Via Online

810 views

4 jual PSK online malangSemerusatu.com: Pemuda berinisial AR (21) asal Jakarta yang tinggal di Kota Malang, Jawa Timur diringkus anggota Unit Reskrim Polres Malang Kota karena bisnis mucikari secara online. Mahasiswa protolan salah satu PTS di Kota Malang itu, via bisnis online berhasil menjual 12 wanita berstatus mahasiswi dan SPG dari Malang dan Surabaya.

Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata mengatakan, wanita itu ditawarkan ke pelanggan lewat situs online dan jejaring sosial dengan harga mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta, tergantung modelnya. Pelaku juga menyediakan sebuah kamar di apartemen di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang. “Itu harga minimal yang sepaket dengan sewa kamar selama dua jam,” kata Singgamata, Jumat (4/12/2015).

Pelanggan yang ingin menggunakan jasa wanita itu hanya memesan melalui akun Facebook dan WhatsApp pelaku. Kemudian usai nego harga, pelanggan diajak bertemu di apartemen. Setelah harga cocok, pelanggan bisa membayar secara tunai.  “Sekali transaksi, pelaku mendapat keuntungan Rp 100 ribu,” lanjut Singgamata.

Saat ini, AR masih dalam pemeriksaan polisi, Menurut Singgamata, pelaku bakal dijerat Pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara. Setelah menangkap germo online dan memeriksa semua wanita yang terlibat,  giliran polisi akan memeriksa seluruh pelanggan.

Dikatakan, bisnis haram itu semakin berkembang, lantaran banyak pembeli. Karena itu, apabila tidak ada yang membeli, bisnis esek-esek pasti tidak ada. “Selama ada pembeli, ya pasti jalan terus. Intinya kami ingin memutus rantai bisnis itu,” tegas Singgamata.

Hasil pengakuan sementara germo online, AR (21) mempunyai 12 anak buah wanita pekerja seks komersial dan sejumlah pelanggan. Untuk itu, polisi akan memanggil pelanggan yang pernah bertransaksi dengan AR, untuk dibina. Untuk memanggil para pelanggan, polisi berbekal nomor handphone pelanggan yang selama ini menghubungi AR.

“Dari nomor itu, nanti kami suruh ke sini, sekalian sama istri atau keluarganya, biar kapok dan jadi pembelajaran. Mudah-mudahan nomornya masih aktif,” tegas Singgamata.

Singamata juga mengimbau masyarakat Kota Malang agar tak mencoba membeli atau menggunakan jasa prostitusi seperti itu. “Bagi yang lain, saya ingatkan, jangan pernah coba-coba,” tandasnya. (mlg/eru)

 

Category: Headline, Indeks Berita, Polres