Pengemudi Lamborghini Tinggalkan RS Bhayangkara Polda Jatim

921 views

5 WSemerusatu.com: Sebanyak 4 anggota penyidik Satlantas Polrestabes Surabaya melakukan pengawalan ketat terhadap Wiyang (24) warga Dharmahusada Surabaya, yang menjalani rawat inap di RS Bhayangkara Polda Jatim sejak seminggu lalu (Selasa, 1/12/2015), akhirnya Minggu (5/12/2015) sekitar pukul 09.30 WIB diperkenan pulang oleh tim dokter yang merawatnya.  Wiyang boleh pulang karena sakit yang dideritanya sudah sumbuh dan selanjutnya menjalani pemeriksaan polisi terkait kasus laka lantas.

Diantara anggota polisi lalu lintas (Palantas) yang melakukan pengawalan ketat Iptu Daryono. Pengemudi maut Lamborghini itu langsung dibawa ke Mapolrestabes Surabayape untuk diinterogasi. Selanjutnya, Wiyang dijebloskan tahanan guna proses penyidikan kasus laka lantas di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya.

Sebagaimana diketahui, Wiyang, menjalani rawat inap di rumah sakit itu, lantaran menderita sakit serius, setelah mobil mewah Lamborghini yang dikemudikan mengalami laka lantas hingga menyebabkan satu tewas, dua luka luka.

Sementara, penyidik Satlantas Polrestabes Surabaya yang menangani kasus laka lantas, yang melibatkan mobil sport Lamborghini yang dikemudikan oleh Wiyang datangkan saksi ahli. Tim ahli dari Unit Super Car,  perusahaan mobil Lamborgini PT Artha Auto di Jalan Simatupang Jakarta, memiliki beberapa kesimpulan untuk dijadikan rekomendasi dalam penyelidikan kasus kecelakaan yang kini ditangani oleh unit laka Satlantas Polrestabes Surabaya.

Sebagaimana dikatakan oleh Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, AKP Lily Djafar, bahwa dalam keterangan yang diberikan team ahli perusahaan mobil Lamborghini, pada penyidik unit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya, team asal Jakarta tersebut mengatakan, bahwa mobil Lamborghini milik tersangka Wiyang merupakan type 570/4STS, tahun 2012, kapasitas mesin 5500cc, berat kendaraan 1,5 ton, buatan Italy.

2 Kabid LamborghiniBeberapa indikasi didapat dari hasil analisa yang dilakukan selama kurang lebih 2 jam, disimpulkan, bahwa kecelakaan maut itu disebabkan oleh kondisi jalan yang basah dan besar kemungkinan bergelombang.

Kondisi jalan yang aman menurut team ahli perusahaan Lamborghini tersebut, adalah kondisi jalan kering dan kondisi jalan hujan (basah). Apabila kondisi jalan perubahan dari jalan basah ke jalan kering atau sebaliknya cenderung bahaya, sehingga dapat menyebabkan ban mobil selip.

Tersangka Wiyang saat itu mungkin tidak bisa memperkirakan kondisi jalan untuk dilalui, apakah dalam kondisi kering atau basah.

Namun dari hasil analisa team ahli ini, tersangka Wiyang juga sudah cakap dan biasa mengendarai super car. Hal ini terbukti saat kejadian, tersangka tidak melakukan apa-apa, dan tidak melakukan penambahan tenaga atau gas dan melakukan pengurangan kecepatan.

Sementara itu, kondisi airbag dalam mobil Lamborghini B 2258 WM ada di depan, dan bekerja dengan baik. Airbag ini bekerja dengan sensor di depan, dimana sistem kerjanya apabila sensor depan membentur bagian depan dengan kecepatan kurang lebih 40 km/jam.

Sedang dari pantauan rekaman CCTV dan analisa kerusakan kendaraan, didapat kesimpulan, bahwa WL saat kejadian menggunakan system manual, dan kecepatan yang ditempuh lebih kurang sekitar 70-80 km/jam dilihat dari hasil kerusakan gigi 3 ke gigi 4. Ditegaskan juga oleh team ahli perusahaan mobil Lamborghini, bahwa sebelum berkendara, pemilik Lamborghini harus terlebih dahulu mendapatkan pelatihan khusus. Ini penting untuk mengenal karakter super car, karena jenis mobil ini berbeda dengan mobil lain.

3 Lamborghi olah TKPAKP Lily Djafar menambahkan, berita acara hasil keterangan dari tim ahli perusahaan mobil Lamborghini ini akan dipakai untuk kelengkapan berkas perkara. “Ini, merupakan satu bentuk proses penyidikan yang telah dilaksanakan oleh unit laka lantas Polrestabes Surabaya,” tegas Lily.(eru)

Foto: Wiyang tinggalkan RS Bhayangkara dan Kabid Humas Polda Jatim saat besuk Wiyang dan Lamborghini laka lantas

Category: Headline, Indeks Berita, Lantas