Forpimda Banyuwangi Harapkan Natal dan Tahun Baru Damai

339 views

21 banyuwangiSemerusatu.com: Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi menghendaki perayaan Natal dan Tahun Baru 2016 berjalan damai. Pesan itu tertuang dalam rapat koordinasi Forpimda bersama tokoh agama (toga) di Kantor Pemda Banyuwangi, Senin (21/12/2015) sore.

Demi menciptakan kedamaian di malam pergantian tahun, aparat kepolisian dari Polres Banyuwangi telah memerintahkan para Kasat dan Kapolsek untuk menyebarkan larangan konvoi di jalan raya guna mencegah tawuran serta jatuhnya korban jiwa dalam kasus kecelakaan.

Selain itu, Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama secara tegas meminta pada jajaran di bawahnya untuk memberitahukan larangan menggunakan knalpot brong. Larangan ini tidak hanya berlaku bagi pengguna roda dua, tapi semua pengelola bengkel yang beroperasi di seluruh Banyuwangi.

“Bagi pemilik motor dilarang mengganti knalpot standar pabrikkan dengan variasi yang memekakkan telinga. Apabila melanggar akan ditindak aparat dan disuruh mengganti dengan knalpot yang asli di hadapan polisi. Bagi pengelola bengkel motor diminta untuk tidak melayani pemasangan knalpot modifikasi,” tegas Kapolres.

Warga pada perayaan pergantian tahun juga dilarang membunyikan petasan maupun kembang api. Langkah antisipasinya para kasat dan kapolsek diminta melakukan razia kembang api maupun petasan di semua wilayah.

“Petasan dan kembang api bisa memicu terjadinya kebakaran dan kecelakaan, seperti terkena ledakkan hingga mengakibatkan luka serta cacat fisik. Tolong dicegah,” pinta AKBP Bastoni Purnama.

Supaya damai Natal dan Tahun Baru 2016 mencapai target, aparat kepolisian meminta dukungan dari forpimda dan para toga agar menyebarkan luaskan program ini kepada jajaran maupun jamaahnya. Sehingga tugas aparat kepolisian menjadi ringan mengingat kedamaian Tanah Blambangan selama Natal dan pergantian tahun menjadi tugas bersama.

“Para toga mohon memberi pengertian kepada para jamaahnya agar tidak merayakan Natal dan Tahun Baru 2016 dengan konvoi kendaraan, menyalakan kembang api maupun petasan, serta pesta miras. Larangan ini demi menciptakan kedamaian dua perayaan hari besar yang sama-sama digelar di penghujung tahun,” tambahnya.

Secara khusus, Kapolres memerintahkan para kapolsek untuk berkoordinasi dengan camat untuk pengamanan lokasi hiburan.  Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya tawuran dan konsentrasi massa di satu titik yang bisa memicu terjadinya kemacetan lalulintas.

Rakor ini semula dijadwalkan berlangsung di Mapolres Banyuwangi. Lantaran Ruang Rupatama tidak cukup menampung para peserta, akhirnya lokasi rakor dipindah ke Pemda Banyuwangi. Danlanal Banyuwangi Letkol Wahyu P Indrawan, Sekda Slamet Karyono, Dandim 0825 serta sejumlah tokoh agama hadir dalam kegiatan ini disaksikan para Kabag, Kasat, dan Kapolsek dari Polres Banyuwangi. (bwi/eru)

 

Category: Headline, Indeks Berita, Jatim