Kapolres Banyuwangi: Remaja Harus Miliki 8 Prinsip Sukses

373 views

7 kapolres banyuwangiSemerusatu.com: Satu jam bersama tokoh dan pemimpin Banyuwangi, AKBP Bastoni Purnama, di SMK Nurut Taqwa Desa Balak, Kecamatan Songgon, Kamis (7/1/2016) berlangsung seru. Pertemuan itu banyak mengupas tentang kenakalan remaja terutama pelanggaran lalulintas serta penyalahgunaan narkoba.

Para siswa rata-rata menanyakan kepada petinggi Polres Banyuwangi terkait penyebab kenalan remaja. Di antara 7 penanya, ada satu sosok yang pertanyaannya terbilang kritis. Dia adalah Mujiati, siswi kelas XII jurusan akutansi.

“Mengapa selalu anak muda yang diberi pembinaan tentang narkoba. Mbok ya sekali-kali para orang tua yang diberi pemahaman seperti ini,” katanya kepada Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama.

Sambil tersenyum perwira menengah dengan dua melati di pundak itu menjawab, bila pembinaan yang diarahkan kepada kalangan remaja merupakan langkah pencegahan agar tidak terjerumus dalam ranah pidana. Karena anak muda dinilai belum memiliki kedewasaan, sehingga mudah terpengaruh untuk meniru prilaku yang buruk.

“Orang dewasa secara nalar telah matang. Makanya ketika melanggar sangkutannya dengan jeratan pidana. Sementara apabila anak-anak yang melanggar lebih dikedepankan penyelesaian yang berkearifan, sehingga setelah dewasa tidak tambah parah,” tegasnya.

Berdasarkan survei Komnas Perlindungan Anak, 93,7 persen pelajar SMP – SMU pernah ciuman dan oral seks serta 62,7 persen siswi SMP tidak perawan lagi. Mengejutkan lagi, sebanyak 21,2 persen pelajar SMU pernah aborsi dan 97 persen pernah menonton film porno. Penyebab kenakalan remaja ini akibat krisis identitas dan kontrol diri yang kurang.

“Lingkungan sosial yang kurang baik juga jadi pengaruh. Termasuk lingkungan keluarga yang kurang harmonis sehingga anak lebih betah di luar rumah yang ujung-ujungnya salah memilih teman. Buntutnya mereka terjerumus dalam prilaku yang keliru,” lanjut Kapolres.

Dilema itu bisa diatasi oleh kalangan remaja dengan memiliki pola pikir yang idealias, sehingga tidak mudah terpengaruh. Remaja yang inovatif, semangat juang tinggi dan produktif menelurkan karya menjadikan mereka tidak gampang terjerumus ke dunia hitam.

“Pegang teguh norma agama dan bangun komunikasi dengan keluarga. Lakukan olah raga dan rekreasi agar pikiran segar. Lalu istirahatlah yang cukup agar kesehatan terjaga. Ini merupakan cara mengatasi pengaruh bahaya narkoba,” tukasnya.

Ditambahkan lagi, para pemuda harus mempunyai 8 prinsip sukses. Kiat itu bisa menuai hasil untuk kelak di hari tua. Adapun delapan kiat itu meliputi, cinta perkerjaan, kerja keras plus kerja cerdas, fokus pada sesuatu yang positif, memotivasi diri, berpikir kreatif, terus belajar, beri layanan terbaik, serta ulet dan gigih. (bwi/eru)

 

Category: Headline, Indeks Berita, Polres