Polisi Siap Lakukan Pengawalan dan Pendampingi Eks Gafatar

195 views

25 gafatar 1Semerusatu.com: Dalam rangka persiapan pemulangan warga eks Gafatar dari Kalimantan Barat yang sejak Sabtu (23/1/2016) tiba di Surabaya. Sementara dari pendataan Pemprov Jatim, warga eks Gafatar yang dari Surabaya sebanyak 128 orang masih di asrama Transito Jl. Margorejo Surabaya. Unsur Forpinda (forum pimpinan daerah) Kota Surabaya melaksanakan rapat koordinasi di ruang Sawunggaling Pemkot Surabaya, Senin (25/1/2016).

Selain dihadiri unsur Pimpinan Daerah seperti Pj Walikota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kapolres KPPP Tj. Perak, dan Danrem 084 Bhaskara Jaya serta MUI Kota Surabaya, kegiatan juga dihadiri oleh Para Camat, Lurah dan seluruh SKPD kota Surabaya.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 Wib ini diadakan untuk menyamakan persepsi terhadap pemulangan warga eks Gafatar yang akan dikembalikan lagi ke pihak keluarga masing-masing, terutama warga yang tinggal di Kota Surabaya.

Kesiapan lingkungan menjadi prioritas pada pembahasan rapat koordinasi. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Drs. Iman Sumantri menyampaikan perlu adanya kerjasama yang baik dari 3 Pilar (TNI, Polri dan Pemerintah Kota) untuk mempersiapkan dan mengkondisikan masyarakat yang ada di wilayah tempat tinggal para warga eks Gafatar ini.

Tidak hanya unsur pimpinan saja, melainkan hingga unsur paling bawah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Kepala Desa/ Lurah.

“Para warga eks Gafatar juga manusia, mereka punya hak untuk hidup dan melangsungkan kehidupan”, kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Iman Sumantri.

Kapolres juha meminta peran serta pihak MUI Kota Surabaya untuk memberikan pembinaan spiritual kepada mereka mengingat tidak hanya kesehatan fisik saja yang memerlukan perhatian. Namun kesehatan mental dan psikis juga.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan diharapkan mampu memberikan pengetahuan tentang kebenaran sehingga para eks pengikut Gafatar ini dapat melangsungkan kehidupan seperti sedia kala.

Masih teringat jelas, terjadinya aksi pengusiran warga eks pengikut ormas Gafatar yang tinggal di Menpawah Kalimantan Barat pada 20 Januari 2016. Hal ini tentu menyisahkan trauma mendalam bagi mereka, terutama anak-anak.

Usai pelaksanaan rapat koordinasi, seluruh unsur Forpinda Kota Surabaya mengunjungi Asrama Transito yang masih terdapat warga eks Gafatar yang belum dikembalikan ke daerah asalnya. Terpantau sekitar 541 jiwa yang masih berada di Asrama Transito Margorejo Surabaya.

Polres Beri Pengawalan

Guna memberikan pengamanan dan pengawalan kepada warga eks Gafatar yang berasal dari Jawa Timur, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Arnapi, siap memberikan pengawalan dan pendampingan apabila ada pemulangan warga melalui jalur laut. Selain itu , juga akan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan dan Kecamatan di wilayah hukumnya untuk bersama-sama menjaga keamanan wilayahnya terkait rencana pemulangan warga eks Gafatar yang dikembalikan kepada anggota keluarganya di Surabaya.

Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memberikan jaminan kesehatan, pendampingan serta kebutuhan selama di penampungan. Sedangkan untuk menjamin keamanan warga eks Gafatar, Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya siap memberikan pengamanan dan pengawalan pemulangan warga eks Gafatar hingga ke daerah asal masing-masing. (tbs/eru)

 

Category: Headline, Indeks Berita, Jatim