Tiga Minggu, Polres Banyuwangi Amankan 2 Wanita dan 18 Laki Kasus Narkoba

942 views

Semerusatu.com: Cuma tiga minggu, aparat Satnarkoba Polres Banyuwangi berhasil menjaring 20 orang yang tersandung kasus narkoba. Mereka 26 bwitersangkut dalam 13 kasus dari sejumlah lokasi yang berbeda. Dua diantara 20 pelaku itu merupakan perempuan yang berstatus menantu dan mertua.

Dalam ungkap kasus yang digelar Selasa (26/1/2016), perkara sabu sangat mendominasi. Setidaknya aparat menyita 20 paket SS seberat 22 gram, plus 4 butir ekstasi. Disusul kemudian perkara peredaran pil daftar G dengan barang bukti 3.694  butir pil trek, 2.078 butir dekstro dan sejumlah obat kuat.

Disamping itu, Satnarkoba juga mengamankan  uang tunai Rp 3.738.000, 14 HP berbagai merek, 1 timbangan elektrik, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio nopol P 6090 VJ dan satu unit mobil Toyota Agya DK 1451 FO. Semua bukti itu disimpan rapi oleh aparat untuk diserahkan ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi.

Menurut Kasatnarkoba Polres Banyuwangi, kasus sabu yang diamankan salah satunya dipasok dari Surabaya. Adapun pelakunya berasal dari Tabanan, Bali.

“Kasus sabu yang kita ungkap ada yang TKP Jajag Kecamatan Gambiran, Songgon dan Bulusan Kecamatan Kalipuro ,” terangnya.

Adapun yang dibekuk di wilayah Songgon antara lain, Sukirman alias Bokir (45), warga Dusun Cemoro, Desa Balak, Syaiful Anam (38), tinggal di Dusun Krajan, Desa Songgon, Haeroji (37), asal Dusun Pakis, Desa Songgon, Mohammad Soleh (34), warga Dusun Tegalrejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon dan Hudori Anwarudin (42), asli Dusun Wijenan, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh. Kelimanya diringkus saat menggelar pesta sabu di kediaman Bokir.

Dalam penggerebekan yang digelar pukul 23.30 WIB, Sabtu (16/1/2016), aparat Satnarkoba berhasil mengamankan 7 paket sabu seberat 7,97 gram, 1 timbangan elektrik, uang tunai Rp 600 ribu, 4 lembar slip setoran bank, 2 unit HP Nokia 130, sebuah bong, 3 pipet, serta 2 korek gas.  Kasat Narkoba AKP Agung Setya Budi menjelaskan, barang haram itu didapat Bokir dari pemasok narkoba berinisial SGT yang kini mendekam di LP Banyuwangi atas kasus yang sama.

“Traksaksinya menggunakan sistem ranjau. Tujuh paket sabu itu dikirim oleh orang suruhan SGT ditaruh di pohon kismis depan SPBU Sukonatar, Kecamatan Srono. Barang itu kemudian diambil tersangka dan dibawa pulang ke rumahnya di Kecamatan Songgon,” terangnya.

Mengenai penangkapan yang berlangsung di depan lapangan Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, aparat Satnarkoba berhasil membawa Dadang Sutejo (33), ke Mapolres Banyuwangi. Warga Dusun Purwosari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring ini kedapatan membawa 5,67 gram sabu yang dikemas dalam 6 paket

Terkait keterlibatan menantu dan mertua, tambah Agung, diungkap di wilayah Kecamatan Wongsorejo pukul 19.00 WIB, Sabtu (9/1/2016) lalu. Lokasi pertama yang digerebek adalah kediaman Bunasi (60), warga Dusun Krajan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Dari kediaman sang nenek ini ditemukan 56 butir obat trihexyphenidil, 135 butir dekstro, 8 plastik klip, serta uang tunai Rp 80 ribu.

Penangkapan pun mengembang ke kediaman Sukarnah (48), di Dusun Pos Sumur, Desa Bengkak, di Kecamatan Wongsorejo. Aparat Satnarkoba bergerak ke wilayah ini setengah jam kemudian berdasar pengakuan Bunasi yang mengaku mendapat dua jenis pil itu dari Sukarnah.

Aparat yang mendatangi kediaman pengedar pil ini mendapati 585 butir obat trihexyphenidil, 456 butir obat hexymer, 468 butir obat dekstro. Wanita paruh baya ini juga memiliki sebuah Hp Nokia 105, plus uang tunai Rp 18 ribu. Aparat juga mengamankan tas serta dompet pelaku.

“Bonasi merupakan mertua dari Sukarnah. Dua ibu rumah tangga ini kompak menjadi pengedar di wilayah tinggalnya masing-masing,” kupasnya. (bwi/eru)

Category: Headline, Indeks Berita, Narkoba