Tes Flight, Pesawat yang Jatuh Menghantam Rumah Warga Malang

434 views

10 jatuhSemerusatu.com: Jatuhnya pesawat latih jenis Super Tokano milik TNI AU, Rabu (10/2/2016) sekitar 10.15 WIB  di Jalan LA Sucipto RT.3/ RW.5 Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur menimpa rumah, Mujianto. Pesawat latih tempur Super Tocano buatan Brasil dengan Pilot Mayor PNB IFi Safatilah dengan Copilot/Teknisi Saiful yang sedang melaksanakan latihan.

Saat akan jatuh pesawat mengeluarkan asap putih kemudian disusul dengan parasut yang jatuhnya di area sawah Jalan Ikan Tombro Timur Nomor 6, RT 7/ RW 4, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Peristiwa ini mengakibatkan Pilot Ifi Safatilahy terjatuh di Dusun Bunut, Desa Tunjung Tirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, akhirnya meninggal. Untuk Copilot/Teknisi Serma Saiful kondisinya sampai saat ini belum diketemukan.

Sementara korban yang berhasil di evakuasi (1) Ermawati Ningtyas (47) istri Mujianto meninggal dunia. (2) Nur Cholis (30) penghuni kos pekerjaan di RS Persada meninggal. (3). Sofi  Wahyu Musama (17) keponakan pemilik SMK 5  kelas 3 dengan kondisi selamat. (4) Sudarmaji (penghuni kos) dengan kondisi selamat warga Perum Asrikaton Blok Gg.5 no 7 Pakis, Kabupaten Malang. (5) Mujianto (54) pemilik rumah kondisi selamat warga Jalan LA Sucipto 4 Gangg 12/ RT 3/ RW 5, Kelurahan/Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Sedang sampai saat ini badan pesawat masih berusaha di evakuasi karena menancap di tanah hingga kelihatan bagian ekornya saja.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pesawat latih milik TNI AU jenis Super Tocano jatuh di kawasan rumah penduduk di Jalan LA Sucipto Gg XII Blimbing, Kota Malang, sekitar pukul 10.12 WIB (10/2/2014).

Sebelum jatuh, pesawat sempat berputar-putar di atas wilayah Blimbing, Kota Malang, sebelum menukik jatuh. ’’Tadi sempat meraung-raung lalu menukik jatuh,’’ ucap Khoirul, salah satu pengendara di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.

Petugas dari TNI AU dan Polri sudah tiba di lokasi. Police line juga sudah dipasang di sekitar TKP, Beberapa mobil pemadam kebakaran juga sudah berada di lokasi kejadian. ’’Semoga saja tidak ada korban jiwa,’’ ucap warga.

Pesawat Super Tocano yang jatuh di kawasan perumahan warga tadi pagi terbang dalam rangka tes flight setelah pemeliharaan rutin. Tes flight pada berbagai variasi ketinggian itu awalnya baik-baik saja. Masalah baru muncul setelah mencapai ketinggian di bawah 15.000 KM, kata KSAU Marsekal Agus Supriatna yang baru saja tiba dari Jakarta, Agus juga membenarkan, pilot Ifi Safatilah dan Copilot Syaiful sempat menyelamatkan diri dengan kursi pelontar.

Pesawat Super Tocano yang jatuh tadi pagi merupakan jenis pesawat tempur taktis ringan terbaru milik TNI Angkatan Udara. Berdasarkan informasi yang dihimpun MVoice, Pangkalan Udara TNI Abdulrachman Saleh memiliki delapan unit pesawat buatan Brazil, Empat unit Super Tocano didatangkan pertama kali pada 2012 lalu.

Sedangkan empat sisanya baru datang pada 2014 lalu. Menurut informasi, Super Tocano sendiri memiliki kemampuan menempuh operasi jarak jauh. Sebagai gambaran, dengan membawa enam bom atau alat tempur, Super Tocano mampu terbang tanpa henti dari Malang hingga Balikpapan. Penempatan Super Tocano di Malang sendiri karena pangkalan udara Abdulrachman Saleh sudah memiliki peralatan komplit perawatan pesawat yang sudah disiapkan pada 2010 lalu. (mlg/eru)

 

 

Category: Headline, Indeks Berita, Indonesia