Empat Pembunuh Santri “Dimas Kanjeng” Dilimpahkan Ke Kejati Jawa Timur

76 views

Semerusatu.com: Berkas perkara pemeriksaan kasus pembunuhan Abdul Ghani (43) warga Patimura RT 01/RW 06, Desa Semampir, Kecamatan Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur yang merupakan santri Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Kamis (29/9/2016) siang dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur oleh penyidik Polda Jawa Timur.

29 tsk kirim jaksaSelain menyerahkan berkas pembunuhan Abdul Ghani yang sudah dinyataan sempurna (P-21),  turut di limpahkan pula 4 tersangka pembunuhan.

Rencananya, sidang  kasus ini akan digelar di Surabaya karena alasan keamanan. Sementara tersangka otak pembunuhan Dimas Kanjeng Taat Pribadi,  hingga kini masih menjalani pemeriksaan di Unit Jatanras, Ditreskrimum, Polda Jawa Timur dan akan diberkas tersendiri.

Begitu berkas pembunuhan Ismail dianggap P-21 dan diserahkan ke Kejari Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (29/9/2016) siang, penyidik Ditreskrimum Polda Jatim melimpahkan berkas pembunuhan dengan korban abdul ghani ke Kejati Jawa Timur. Bersama berkas pembunuhan turut di limpahkan pula 4 tersangka eksekutor pembunuhan Abdul Ghani.

Empat tersangka itu adalah Wahyu Wijaya, Ahmad Suryono, Wahyudi dan Kurniadi. Sedang tiga diantaranya merupakan mantan perwira menengah TNI yang telah dipecat.

Setelah menjalani pemberkasan di Kejati Jatim,  ke 4 tersangka akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Surabaya untuk menjalani masa penahanan selama 40 hari ke depan.

Kasi Penkum Kejati Jatim, Romy Arizyanto menegatakan, persidangan ke 4 tersangka ini akan digelar di Pengadilan Negeri Surabaya dengan Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Surabaya dan Kejati Jatim.

Pemindahan lokasi sidang ke Surabaya ini dilakukan atas pertimbangan keamanan serta banyaknya saksi perkara tersebut yang berada di Surabaya.

Selain ke empat tersangka, lanjut Romy,  eksekutor pembunuh Abdul Ghani, tersangka otak pembunuhan Dimas Kanjeng Taat Pribadi juga akan digelar di Pengadilan Negeri Surabaya. Sedang total jumlah tersangka pembunuhan Abdul Ghani sendiri sebanyak 8 tersangka, 5 tersangka sudah ditahan. Sementara 3 terdangka lainnya masih dalam pengejaran masuk daftar pencarian orang (DPO). (eru)

 

Category: Headline, Indeks Berita, Kejaksaan