Kabarnya, Taat Pribadi Bisa Praktikan Pengadaan Uang di Depan Penyidik

181 views

Semerusatu.com: Tersangka penipuan bermodus pengadaan uang secara gaib, Taat Pribadi, pimpinan Padepokan “Dimas Kanjeng” Probolinggo,  Jawa Timur kabarnya  pernah mempraktikkan kemampuannya di depan penyidik dan pengacaranya saat diperiksa di  Jawa Timur. Pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng itu dikabarkan mampu mengeluarkan uang sebesar Rp700 ribu.

5 Isya n Andy pengacara Dmas KanjengHal itu disampaikan penasihat hukum Dimas Kanjeng, Isya Julianto, usai menemui kliennya di Markas Polda Jatim, Surabaya, Rabu (5/10/ 2016). “Karena klien kami selalu diminta penyidik membuktikan kemampuannya, akhirnya dilayani,” kata Isya.

Keahlian gaib tersebut, lanjut Isya, dipraktikkan Dimas pekan lalu. Saat itu, Isya mendampingi Taat Pribadi, kliennya saat diperiksa. Waktu itu, lanjut pengacara berkantor di Surabaya itu, Dimas hanya mengenakan kaus dan celana selutut. “Tidak pakai jubah,” ujarnya.

Penyidik lalu meminta Dimas mempraktikkan keahlian gaibnya mengadakan uang. “Ya sudah, klien saya layani. Uang itu diadakan dari tangan klien saya dari belakang punggung,” cerita Isya.

Uang yang diadakan Dimas secara gaib tersebut, lanjut Isya, ialah uang kertas sebanyak 12 lembar. Pecahan Rp 50 ribu sebanyak sepuluh lembar dan pecahan Rp100 ribu sebanyak dua lembar. ” Nilai uang semuanya Rp 700 ribu,” tandas Isya.

Uang tersebut, lanjut Isya, kemudian diambil penyidik untuk diperiksa. Setelah itu uang diberikan kembali kepada Dimas Kanjeng. “Uangnya dibawa klien kami ke dalam tahanan. Kalau soal keaslian uangnya, tanya penyidik,” ujarnya.

Saat Dimas mempraktikkan kemampuannya, terang Isya, semua yang ada di ruangan tampak tegang, termasuk dirinya. “Kalau saya tegang karena khawatir klien saya tidak bisa membuktikan. Sebetulnya saya beberapa kali pernah lihat aksi seperti itu dari orang lain, saya tidak kaget,” tandasnya. (eru)

Foto: Isya Julianto, pengacara Taat Pribadi Dimas Kanjeng

 

Category: Headline, Indeks Berita, Indonesia