Polisi Amankan Komplotan Aksi TipuTipu

67 views

Semerusatu.com: Pengusaha Besi Tua yakni Hartoni (50) warga Jalan Krembangan Utara Jaya Gang VII, Surabaya terpaksa dipolisikan oleh para pelanggannya, lantaran tersangka melakukan penipuan pembelian besi pabrik yang tidak dibayar.

10 besi tua boss“Korban hendak menjual besi ke tersangka senilai Rp 33 juta, namun usai mendapatkan barang ternyata tidak dibayar,” kata AKBP Shinto Silitonga, Minggu (9/10/2016).

Awal mula penipuan ini, saat tersangka melihat iklan adanya penjualan besi dari  pabrik yang telah bangkrut. Maka tersangka mendatangi pabrik dan langsung ditemui oleh pemiliknya.

Melihat barga barang yang cukup tinggi, tersangka menghubungi Ismail untuk ikut dalam membeli barang-barang pabrik yang berlamatkan di Jalan Dupak Nomor 17 Ruko Pasifik Megah A-5. “Kedua tersangka mencoba meyakinkan korban, sampai terjadi kesepakatan,” kata Shinto.

Lantas Hartoni membawa barang keluar dari pabrik, sedangkan Ismail mengajak korban ke swalayan di Jalan Rajawali, Surabaya untuk melakukan pembayaran.  Alasan tersangka ke korban, ATM hanya hanya bisa dilakukan disana.

Tapi ketika di halaman swalayan, pria asal Bulak Banteng Wetan 20, Surabaya ini meminta korban menunggu diparkiran. Dari sinilah korban ditinggal dan tidak melakukan pembayaran pembelian barang bekas tersebut.

Berhasil membawa besi dari pabrik,  kedua tersangka langsung menjual hasil curian kepada M Pardi (35) warga Jalan Jatisrono Tengah Gang Nomor 22.

Besi itu terjual Rp 4,5 juta, karena tau barang curian maka Pradi menjual atau melempar lagi David (38) warga Bulak Banteng Wetan XIX dan Mustofi (42) warga Bulak Banteng Baru Gang Kamboja, Surabaya. “Ternyata besi itu dibeli tersangka DA dan MF memberi harga  Rp 11,7 juta,” lanjut Shinto.

Kelima pelaku terlibat dalam aksi penipuan ini, maka polisi melakukan penangkapan.
Hanya saja untuk tiga penadah yakni Pardi, David dan Mustofi berhasil ditangkap setelah pihaknya mendapat keterangan dari Hartoni dan Ismail.

Dari kelima tersangka,  diamankan mesin bubut, mesin bor dua tabung gas dan sebuah travo. Barang-barang tersebut sebelumnya dimiliki oleh pabrik. Namun karena bangkrut, mereka menjual satu persatu barangnya. (eru/bj)

Category: Headline, Indeks Berita, Polres