“Saya yang Menghabisi Nyawa Kekasih Saya”

58 views

Semerusatu.com: Wanita diketahui bernama Ni Made Prabawanti Gowinda Dewa (18) warga Perumahan Wiguna Tengah 10/18 Surabaya. Ditemukan tak bernyawa, Minggu (9/10/2016) sekitar pukul 12.00 Wib, di tanah kosong Jl Kertajaya Regency sebelah utara Grand Royal Sukolilo Surabaya. Dan kini, Senin (10/10/2016) pelaku dalam proses penyidikan.

10 pelaku Ni madeBerawal saat orang tua Ni Made, yaitu I Made Ardan melapor ke SPKT Polrestabes Surabaya, Polda Jwa Timur, Minggu (9/10/2016) sekitar pukul 09.30 Wib, tentang anak perempuannya tersebut yang sudah tiga hari tidak pulang dan diketahui pergi dengan kekasihnya (AR) warga Jl Arif Rahman Hakim Keputih Surabaya.

Mendapat laporan dari orang tua korban, anggota Reskrim Polrestabes Surabaya memancing pelaku dengan cara menelepon dan diajak ketemu di sebuah warkop Jl Jagir Wonokromo, setelah pelaku ditemukan, polisi menyergap dan menginterogasi mengenai keberadaan Ni Made.

Pelaku mengaku, bahwa benar dirinyalah yang telah menghabisi nyawa kekasihnya itu dengan cara mencekik lehernya hingga meninggal dunia. Untuk selanjutnya pelaku pun digelandang agar memberitahu, dimana keberadaan korban saat ini.

Sesampai di lokasi pembunuhan, pelaku menunjukkan mayat Ni Made yang sudah membusuk ditimbun rumput ilalang, sejak Kamis (6/10/2016) pukul 23.30 Wib.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, motif pelaku membunuh korban karena pelaku tidak suka hubungan keduanya dibatasi oleh orang tua korban dan tidak ingin kekasihnya itu memiliki hubungan dengan orang lain.

“Pelaku ini pernah menjadi residivis tahun 2013 lalu di penjara selama 1 tahun 6 bulan di Polrestabes Surabaya karena dilaporkan orang tua korban karena telah membawa kabur anaknya tersebut. Saat itu usia Ni Made Prabawantu masih 15 tahun,” tandasnya.

Shinto menambahkan, saat itu pelaku AR dengan korban berjalan-jalan dahulu, sebelum akhirnya dihabisi dan dibuang di lokasi kejadian. “Parahnya lagi, setelah pelaku membunuh korban, sepeda motor Honda Beat milik korban yang digunakan untuk berjalan-jalan, anting dan uang tunai milik korban di bawa kabur oleh pelaku,” lanjutnya.

Kini tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih mendalam di Satreskrim Polrestabes Surabaya, untuk mengetahui motif pembunuhan itu apakah ada unsur- unsur perencanaan didalamnya, Dimana nantinya apabila ada unsur perencanaan atau hal lain yang membuat tersangka membunuh korban, maka akan memberatkan tersangka itu sendiri. (eru)

 

Category: Headline, Indeks Berita, Polres