Tertipu “Dimas Kanjeng” Warga Sulsel Lapor Polda Jawa Timur

62 views

Semerusatu.com: Hj Nurbaya Bunga, asal Bone, Sulawesi Selatan, datang ke SPKT Polda Jawa Timur untuk melaporkan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh Taat Pribadi “Dimas Kanjeng”. Akibat tertipu, korban menderita kerugian Rp 100 juta sebgai mahar.

10 Kabid humas 2Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes RP Argo Yuwono, Senin (10/10/2016) membenarkan laporan tersebut. Dan bukan hanya Hj Nurbaya saja yang laporan penipuan dan penggelapan. Namun Tutik Zakariyah, wanita asal Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) ini, juga mendatangi Polres Probolinggo. Kedatangannya untuk melaporkan kasus serupa.

Tutik lapor karena tetipu uang sekitar Rp 1 miliar ke Dimas Kanjeng. Dalam laporannya ke Polres Probolinggo, Tutik mengaku mengalami kerugian senilai Rp 1,050 miliar. Uang sebesar ini sebagai pembayaran mahar dilakukan dua bulan lalu untuk menebus sebuah cincin merah delima seharga Rp 500 juta.

Permata merah delima dibeli ini merupakan syarat terakhir agar uang yang sudah disetor dapat dicairkan. Tidak tahunya, Taat Pribadi, pengasuh Padepokan “Dimas Kanjeng” sudah keburu tertangkap polisi.

Diceriterakan oleh Tutik, bahwa datang ke Probolinggo dari Kaltim untuk mengambil dana pencairan di Padepokan yang dijanjikan pada akhir September 2016. Namun, pencarian yang ditunggu tak kunjung terpenuhi. Malah Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditangkap polisi.

“Saya menjadi pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi sejak tahun 2010. Dan saya datang ke Probolinggo ini, ialah untuk mengambil dana pencairan, yang dulu pernah dijanjikan Dimas Kanjeng,” kata Tutik. (eru)

Category: Headline, Indeks Berita, Polda