Kabid Humas Polda Jatim: Lantaran Sakit, Suami Marwa Daud Tak Datang Penuhi Panggilan Penyidik

45 views

Semerusatu.com: Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes RP Argo Yuwono menjelaskan, bahwa sesuai jadwal yang diperiksa, 11 orang terdiri 10 Sultan dan Marwah Daud. Dari 10 Sultan yang dipanggil hanya datang 5 orang.

10 Kabid Humas 3“Yang 5 orang tidak hadir akan dipanggil lagi. Termasuk Dody Wahyudi tidak hadir,” tandasnya sembari menambahkan Tajul Ibrahim yang merupakan suami Marwa Daud juga tidak memenuhi panggilan penyidik lantaran sakit.

Kombes Argo-sapaan akrabnya menandaskan, bahwa Tajul Ibrahim diperiksa sebagai saksi karena diketahui bahwa di Padepokan Dimas Kanjeng juga aktif sebagai salah satu koordinator.

Untuk Marwah Daud memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (17/10/2016) sekitar pukul 09.00 WIB. Sementara, suami Marwah, Tajul Ibrahim yang turut diperiksa terkait dugaan penipuan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, sekali lagi, tidak hadir akibat sakit karena pinggangnya kecentit.

Marwah datang mengenakan setelan  blazer warna ungu dipadu celana hitam datang ke Mapolda sekitar pukul 09.00 WIB langsung masuk ruangan pemeriksaan. Pemeriksaan juga dijadwalkan memeriksa 10 sultan (anak buah Taat Pribadi. Namun hanya lima sultan yang datang yakni, Sugeng Effendi, Syamsudin, Solikin, Abdul Haris, dan Fathurohman.

Sekitar pukul 11.45 WIB, Marwah keluar ruang penyidikan menuju Mushala An Nahl yang ada di lingkungan Ditreskrimum Polda Jatim untuk menjalankan shalat Dhuhur.
Usai shalat Dhuhur, ia menuturkan bahwa suaminya kini tengah sakit. “Suami saya sakit. Syarafnya kejepit. Sudah lama sakitnya,” katanya.

Marwah Daud disebut-sebut berkaitan dengan Dimas Kanjeng Taat Pribadi karena namanya tertera sebagai Ketua Yayasan Keraton  Kasultanan di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Taat Pribadi  Dimas Kanjeng dan Padepokannya menjadi buah bibir, setelah ditangkap tim gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jawa Timur, Kamis (22/9/2016) lalu. Taat Pribadi ditangkap karena diduga sebagai otak pembunuhan pengikutnya, Ismail Hidayah dan Abdul Gani. (eru)

Foto: Kabid Humas Polda Jawa Timur

Category: Headline, Indeks Berita, Polda