Mesteri Keberadaan “Bunker Dimas Kanjeng” Ditemukan

74 views

 

Semerusatu.com: Mesteri keberadaan dua bunker yang diduga dipakai menyimpan uang mahar dari ribuan  pengkikut Taat Pribadi Dimas Kanjeng, yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia, akhirnya ditemukan tim penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur.

3 dimasDua buah bunker itu ditemukan di rumah Taat Pribadi yang nota bene pemilik Padepokan Dimas Kanjeng. Lokasinya di daerah Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Rumah itu ditempati istrinya Taat Pribadi yang menjadi tersangka otak pembunuhan Ismail Hidayah dan Abdul Gani.

Namun demikian, bunker sewaktu ditemukan,   kondisinya kosong atau tidak ada uang atau perhiasan emas. Diduga uang atau emas batangan tersebut dikuras kaki tangan Taat Pribadi, sebelum penggerebekan Padepokan atau setelah penggerebekan, Kamis (22/9/2016) silam.

Informasinya, penemuan bunker itu saat penggeledahan pada pekan lalu. Bunker itu ditemukan di dua kamar tidur bersebalahan dengan  ruang tengah. Kamar yang ada itu terlihat  berisi satu kasur tanpa ranjang.

Kasur itu tergeletak rapih di atas sebuah karpet hijau yang tergeletak di lantai keramik warna putih. Dari kecurigaan yang ada, petugas akhirnya mengambil kasur dan dikeluarkan dari kamar. Lantas karpet hijau yang dipakai menutup itu diambil.

Dalam kondisi bersih atau terlihat keramik saja. Polisi lantas curiga ada keramik yang bentuknya berbeda di sisi kanan ruangan. Di keramik itu kelihatan besi kecil menonjol.
Setelah pengait dari besi itu ditarik posisinya terbuka dan di bagian bawah terlihat ada kubangan.

Setelah diteliti, panjang kubangan yang ada sekitar 2 meter dengan lebar 1 meter, tinggi bunker sekitar 1,5 meter. Lantai dan dinding bunker terbuat dari  beton. Di dalam bunker tidak ditemukan benda apapun.

Bunker lain ditemukan petugas di kamar lain. Bunker kedua ini juga ditutup karpet hijau yang menempel di permukaan lantai keramik. Ketika dibuka isinya kosong.

Sementara tersangka Taat Pribadi diperiksa mulai pukul 11.00 WIB sampai 18.45 WIB, Kamis (20/10/2016). Ketika keluar dari ruang penyidikan Ditreskrimum Polda Jatim dengan kondisi tangan terborgol, terkait keberadaan bunker hanya menganggukkan kepala. Pertanyaan keberadaan bunker itu dilontarkan dua kali dan selalu dijawab dengan anggukan kepala.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Drs RP Argo Yuwono mengatakan,  penyidik masih menyelidiki. “Itu masih diselidiki,” ujar Kombes Argo.

Sementara, Dimas Kanjeng Taat Pribadi dan Ibrahim Tadju, suami  Marwah Daud dikonfrontir penyidik Ditreskrim Polda Jatim terkait laporan M Najmul, anak almarhumah Ny Najmiah yang tertipu Rp 200 juta.

“Pemeriksaan ini hanya tambahan dari pemeriksaan sebelumnya,” ujar Kombes Argo.
Kabar yang berkembang, Ibrahim Tadju dan Dimas Kanjeng dilakukan untuk mencari bukti keterlibatan pihak lain, selain Dimas Kanjeng.

Ibrahim Tadju diperiksa atas perannya sebagai sultan atau koordinator di Padepokan Dimas Kanjeng. Bahkan Ibrahim telah mengkoordinir masyarakat di Sulawesi. (eru)

Category: Headline, Indeks Berita, Polda