Aksi di 12 Lokasi, Ngaku Paranormal Kencani Pelajar

54 views

Semerusatu.com: Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro mengungkapkan setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut kasus persetubuhan yang mengaku sebagai paranormal dengan mengincar korban anak sekolah diketahui telah melakukan aksinya di 12 tempat kejadian perkara (TKP).  Tempatnya sembilan kali di Bojonegoro dan tiga kali di Surabaya.

23 kapolres bojonegoro“Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut ada banyak korbannya, pengakuan tersangka sebanyak 12 tempat kejadian perkara (TKP),” katanya, Sabtu (22/10/2016).

Tersangka berinisial WN (36) asal Desa Nganti, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro itu rata-rata mengincar korban yang masih pelajar. Dengan modus menjadi paranormal yang bisa membuat lebih pintar dan berprestasi. Setelah ada calon korban, tersangka kemudian berpura-pura melakukan ritual meditasi dengan berbagai sesaji. “Calon korbannya dalam pelaksanaan ritual itu dijanjikan akan lebih pintar dan berprestasi,” lanjutnya.

Kasus tersebut terungkap saat korban, berinisial SLT (17) asal Kecamatan Sumberejo, dan inisial VS (16) Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro melapor kepada pihak kepolisian karena merasa ditipu. Akibat perbuatannya, tersangka terancam Undang-undang nomor 23 tahun 2002 Pasal 81 ayat 1 tentang Perlindungan Anak‎.

Kapolres menceritakan, modus tersangka melakukan aksinya dengan cara mengaku menjadi paranormal yang bisa membersihkan jiwa calon korbannya. Untuk meyakinkan calon korbannya, tersangka menggunakan sejumlah alat yang digunakan sesaji, seperti mukena, tiga lembar kain hijau tulisan rab, satu keris kecil dan dua lembar kertas pembungkus keris.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengamankan rajah kain sapu tangan, dua rajah kain sapu badak, satu rajah sabuk pengasihan, tiga batang emas batangan palsu, tiga botol minyak wangi, Rajah Guntur salju, satu bendel foto copy ijazah korban, satu bendel brosur, dan sebuah rajah keselamatan,
“Beberapa barang bukti tersebut kini kita amankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.

Saat korban sudah terpengaruh dengan bujuk rayunya itu, kemudian tersangka mulai melakukan aksinya. Pada hari Kamis (6/10/2016) sekitar pukul 08.00 WIB, tersangka melalui saksi berinisial EV yang merupakan calon istri tersangka, meminta nomor korban. Setelah itu EV menawari kepada korban agar lebih pintar bisa mendatangi calon suaminya tersebut.

“Pesannya itu jika korban ingin pintar dan berprestasi akan dikenalkan kepada calon suaminya (tersangka) yang menrangkan bahwa tersangka bisa membantu korban lebih pintar dan berprestasi,” terang Kapolres.

Setelah adanya komunikasi tersebut, tersangka kemudian mengajak ketemu korban di Desa Medalem, Kecamatan Sumberejo. Kemudian korban mengajak saksi berinisial IM untuk bertemu. Setelah korban dan pelaku bertemu lalu pelaku bilang kepada korban bahwa korban sudah tidak suci dan harus di bersihkan dengan syarat korban harus membawa emas dan tiga orang perempuan.

“Setelah bertemu tersangka mengajak korban bertemu dan akan disucikan dengan cara meditasi di kamar Hotel Layung. Setelah berada didalam kamar pelaku menyuruh korban mandi dan memakai mukena tetapi tidak boleh pakai BH dan CD,” terangnya. (eru/bja)

Category: Headline, Indeks Berita, Polres