Penyidik Polda Jawa Timur Sita Mobil Pajero Taat Pribadi Dimas Kanjeng

57 views

Semerusatu.com: Tersangka Taat Pribadi Dimas Kanjeng (46) diduga bakal dijerat dengan pasal berlapis yakni keterlibatan dalam kasus pembunuhan Ismail Hidayah dan Abdul Gani, penipuan bermodus penggadaan uang dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

23 pajero dimasHal itu diperkuat dengan hasil penyitaan beberapa aset berupa mobil dan lima sertifikat kepemilikan sebidang tanah dan bangunan serta dua BPKP.

Kendaraan roda empat yang berhasil dihimpun diantaranya, satu unit Honda Mobillio warna putih Nopol N 826 NQ, Pajero Sport warna putih Nopol N 1417 NV, Isuzu Panther nopol P 1022 G, Sedan honda N 1520 NR. Toyota Agya Nopol Z 1054 WP dan Nissan DK 1071 KN.
Dari kabar yang beredar sebelumnya, mobil itu di pasang police line dan di parkir Padepokan Dimas Kanjeng Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Sedangkan dua mobil lainnya disita dari rumah Laila.

Turut disita lima sertifikat tanah seluas kurang lebih 1, 2 hektar dan sertifikat bangunan seperti bengkel, minimarket dan gudang.

Selain mobil, dari penyitaan yang dilakukan oleh Tim Ditreskrimum Polda Jatim, adalah uang tunai sekitar Rp 88 juta, yang diamankan dari rumah utama Taat Pribadi dan rumah Laila.

Mobil hasil sitaan terjejer rapi di depan halaman gedung Ditreskrimum Polda Jatim. Empat mobil di parkir di sebelah kanan dan tiga mobil lainnya di taruh di sebelah kiri. Lalu dua mobil di taruh di depan gedung.

Tampak, di spion mobil terpasang tanda garis police line. Penggeledahan yang dilakukan tidak hanya berkaitan penyidikan kasus penipuan. Namun yang paling utama adalah tindak pidana pencucian uang.

Keseluruhan barang bukti  tersebut ai miliaran rupiah. Diduga kuat pembelian asset itu menggunakan uang dari para korban penipuan. Atas penemuan itu, tersangka dapat di jerat dengan pasal TPPU.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes RP Argo Yuwono membenarkan penyitaan asset  Taat Pribadi untuk menunjang proses penyidikan. “Kami melakukan penggeledahan dan penyitaan dari 24 titik. Semuanya akan dipakai untuk kepentingan penyidikan,” kata Kombes RP Argo Yuwono. (eru)

Category: Headline, Indeks Berita, Polda