Pelaku Tertangkap, Gagal Minta Tebusan Rp 500 Juta Penculik Sabhita

89 views

Semerusatu.com: Polres Malang, Polda Jawa Timur menetapkan dua tersangka kasus penculikan Sabhita (3,5). Dua pelaku itu Hendi (39) dan Munir (19) tinggal di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Pelaku minta tebusan Rp 500 juta.

25 penculik Sabhita minta tebusan 500 jutaSementara dua pasangan suami istri atas nama Iwan dan Sri, berstatus saksi. Pasutri itu dipastikan bebas karena tidak mengetahui aksi penculikan yang diotaki oleh Hendi.

“Dari hasil penyidikan, dua orang kami tetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah H dan M. Sedang pasutri yang ikut kami amankan, tidak terbukti bersalah dalam kasus ini,” kata Kapolres Malang AKBP Agus Yulianto, Selasa (25/10/2016) siang.

“Pasutri ini tidak tahu kalau korban Sabhita sengaja diculik. Otak penculikan yakni H (Hendi),” lanjutnya.

Hendi dan Munir lah yang masuk ke dalam rumah Sabhita dengan menyaru sebagai tamu. Saat di dalam rumah, Hendi menganiaya pembantu rumah tangga Sabhita. Sedang Munir bertugas membekap dan mengikat pembantu rumah tangga bernama Kumakyah (46). Munir bersedia membantu aksi Hendi karena dijanjikan sejumlah uang jika berhasil. Usai melumpuhkan pembantu, Hendi lalu membawa Sabhita yang saat itu, tertidur pulas di ruang tengah rumahnya.

Polisi kemudian melakukan penelusuran dan berhasil meringkus Hendi di rumah kos yang ditinggali Iwan dan Sri di kawasan Bence, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Senin (24/10/2016) pukul 19.00 wib malam. Untuk proses penyidikan, mereka bertiga lalu dibawa ke Polres Malang.

Dari sinilah diketahui jika Sri, juga diajak memulangkan Sabhita ke rumahnya di Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo. Sri tak tahu jika Sabhita, korban penculikan. Hendi menuju tempat kos Sri dan suaminya di Kediri pasca menculik Sabhita. Hendi kenal pasutri itu karena sama-sama tinggal satu desa di Poncokusumo.

“Setelah korban diculik, lalu dibawa H ke rumah kos I dan S. Karena ditempat itu, kedua pasutri juga punya anak balita. Namun karena bingung dan panik, tersangka H lalu memulangkan Sabhita dengan mengajak S,” lanjut  Kapolres.

Saat memulangkan Sabhita, Hendi membawa mobil Ayla nopol N 1196 CF. Mobil itu, disewa Hendi dari sebuah rental car. Sesampainya di Poncokusumo, Hendi meminta Munir menyediakan sepeda motor untuk memulangkan Sabhita. Motor Yamaha Vixion warna hitam nopol N 6321 BU, milik kerabat Munir. Sri yang diajak memulangkan Sabhita, sempat gemetar ketika warga justru mengejar motor yang ditumpanginya bersama Hendi. “Mereka lalu menurunkan korban tak jauh dari rumahnya. Warga dan anggota kami sempat mengejar, tapi pelaku berhasil lolos,” papar Agus.

Niat Hendi menculik Sabhita karena orang tua korban dianggap kaya raya. Hendi juga sudah merancang untuk meminta uang tebusan sebesar Rp 500 juta. “Tersangka H minta uang tebusan Rp 500 juta. Tapi karena panik dan bingung dikejar-kejar petugas, aksi mereka gagal,” pungkas Kapolres. (eru/bja)

Category: Headline, Indeks Berita, Polres