Polisi Bekuk Pelaku Investasi Abal Abal Raup Rp 22 Miliar

60 views

Semerusatu.com: Bisnis investasi yang dikelola CV Prayitno Investama Indonesia, Bumi Mandiri Jalan Basuki Rahmat Surabaya, dibongkar Polsek Genteng, Polrstabes, Polda Jawa Timur.

25 investasi bodongHal ini lantaran bisnis ini terbukti mempraktekan investasi bodong. Investasi yang sudah berjalan sejak 2013 lalu itu memiliki jumlah investor 200 orang. Dengan terbongkarnya investasi abal abal ini, kerugian para korban diperkirakan mencapai Rp 22 Miliar.

Tahun 2013 lalu, CV Prayitno Investama Indonesia ini didirikan oleh dua orang. Yakni PA, sebagai direktur utama dan YL sebagai direktur. Informasi dilapangan menyebut, hanya dua pria inilah yang selama ini mengelola dan meyakinkan para investor yang bergabung. Sasarannya adalah teman sekerja PA di RS Premier. Sebab, PA pernah menjadi karyawan di rumah sakit ini.

Praktek investasi bodong ini terbongkar setelah sejumlah korban melapor. Salah satunya adalah Septiana Ayu Dewita Sari, warga Jalan Sidodadi V/5 Surabaya. Ayu berinvestasi sebesar 20 juta ke CV ini sejak 20 Mei 2016 lalu.

“Tapi karena keuntungan yang dijanjikan CV itu tidak kunjung nyata, korban (Ayu, red) akhirnya melapor kepada kami,” kata Kanit Reskrim Polsek Genteng, AKP Hendra Krismawan, Senin (24/10/2016).

Mantan Kanit Tipidter (Tindak Pidana Tertentu) Polrestabes Surabaya ini membeberkan, dari hasil keterangan korban Ayu. Modus yang dilakukan PA adalah mengaku mempunyai perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan komoditi valuta asing dan migas. Dari itu, PA menjanjikan kepada korban jika mau investasi, korban akan diberikan profit (keuntungan) sebesar 25% tiap bulannya.

“Presentasi itu yang kemudian membuat korban tertarik. Korban kemudian mentransfer uang 20 juta kepada PA. Setelah itu, PA hanya memberikan profit beberapa bulan saja. Setelah itu, keuntungan sudah tidak diberikan. Dan ketika uang investasi korban tadi diminta, oleh Piping tidak diberikan,” lanjut AKP Hendra.

Setelah itu, Wahyudiriyanto, salah satu korban investasi ini juga mendatangi Polsek Genteng untuk melapor. Wahyu mengaku berinvestasi sejak 28 Juli 2016. Pria asal Jalan Wonorejo 2 Nomor 92 Surabaya ini mengaku menaruh modal sebesar 20 juta. Sama halnya dengan Ayu. Oleh PA, Wahyu dijanjikan keuntungan berlipat. Namun ternyata semua itu tidak benar.

“Modus yang dilakukan PA kepada korban Wahyu, sama persis dengan yang disampaikan kepada koban Ayu. Selain dia korban, ada satu lagi korban yang melapor. Sementara korban lainnya, melapor ke Polrestabes Surabaya,” tandas AKP Hendra.

Atas dasar laporan tersebut, penyidik Unit Reskrim Polsek Genteng akhirnya menetapkan PA dan YL menjadi tersangka. Dan hingga semalam, kedua tersangka ini sudah mendekam di sel tahanan Mapolsek Genteng. (eru)

 

Category: Headline, Indeks Berita, Polres