Dihadapan Mahasiswa, Kapolri Bicara Tentang Menjaga Stabilitas Keamanan

56 views

Tribratanewsjatim.com: Kapolri Jenderal Drs. HM. Tito Karnavian MA, Phd menjadi pembicara dalam diskusi Publik yang digelar Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Jayabaya di Aula Universitas Jayabaya, Jakarta Timur, Selasa (25/10/2016).

26 kapolri-2Diskusi bertajuk “Mewujudkan Kembali Polri Menjadi Milik Rakyat” ini, Kapolri memaparkan kepada ratusan mahasiswa tentang tugas utama Polisi yakni tentang menjaga stabilitas keamanan dalam negeri.

“Tugas utama negara mensejahterahkan rakyatnya dan itu dilaksanakan dengan adanya pembangunan. Pembangunan bisa berjalan apabila ada stabilitas keamanan. Sehingga tugas utama polisi adalah untuk menjaga stabilitas keamanan,” ujar Kapolri.

Kemudian kataJenderal Polisi Drs. HM. Tito Karnavian MA, Phd , banyak hal yang berpotensi yang menyebabkan penghambat pembangunan, seperti negara yang berkuasa yang mempengaruhi negara lain, serta akibat adanya kebebasan yang bersifat absolut yang pada akhirnya akan menimbulkan kekacauan.

“Hal tersebut ditandai dengan adanya budaya asing,” lanjut Jenderal Polisi Drs. HM. Tito Karnavian MA, Phd.

Untuk menangkal hal-hal tersebut kata Jenderal Polisi Drs. HM. Tito Karnavian MA, Phd, Polisi melakukan dengan cara pencegahan. Salah satunya dengan membangun hubungan baik dengan masyarakat. “Mengingat jumlah polisi sangat jauh dengan masyarakat sehingga dengan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dapat mencegah hal-hal negatif tersebut,”tandas Jenderal Polisi Drs. HM. Tito Karnavian MA, Phd.

Utuk itu kata Jenderal Polisi Drs. HM. Tito Karnavian MA, Phd, Kampus adalah tempat orang-orang yang berpendidikan dan yang berpikir secara rasional sehingga tidak mudah untuk dipengaruhi, sebab berbeda dengan masyarakat pada umumnya yang mudah dipengaruhi.

“Kami sebagai Polisi semoga bisa menjadi mitra bagi adik-adik Mahasiswa untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan,” kata Jenderal Polisi Drs. HM. Tito Karnavian MA, Phd.

Selain soal kemanan, Jenderal Polisi Drs. HM. Tito Karnavian MA, Phd menyingung tentang aksi unjukrasa. Dikatakannya, dalam aksi unjukrasa adalah hak kebebasan semua orang untuk menyampaikan pendapat dimuka umum. Namun apabilah peserta pengunjuk rasa menggunkan alat yang mematikan, Polisi juga akan bertindak dengan tegas.

Dalam diskusi pada sesi tanya jawab, juga membahas tentang kepercayaaan masyarakat pada Polisi, serta membahas pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Thajaja Purnama alias Ahok yang dianggap kalangan muslim menistakan agama.

Dalam diskusi ini nampak hadir, Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agung Budi M, Gubenur PTIK, Brigjen Pol Sigit dan Kasubbag Bungkol, AKBP Kusworo, Wakil Rektor UNJ Ibu DR. Popon Saripudin, Mpd, Muh Adim (Leksma Univ Jayabaya) dan Ketua BEM se-DKI Jakarta. (eru/tbn)

 

Category: Headline, Indeks Berita, Mabes Polri