Tuduhan Penistaan Agama Ahok, Komunitas NU Demo di Mapolda Jawa Timur

59 views

Semerusatu.com: Ratusan massa mengatasnamakan Komunitas Warga NU (Nahdlatul Ulama) berdemonstrasi di depan Polda Jawa Timur, Rabu (2/11/2016) siang. Mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, segera diproses karena tuduhan penistaan agama.

2 demo AhokMassa berunjukrasa dengan berorasi dan membentangkan dua spanduk besar berisi tuntutan. Isinya, “Ini Bukan Gerakan Politik Gerakan Ormas Kekuasaan Manusia. Ini Mukjizat Al-Qur’an. Ahok Harus Diadili”. Di sudut kanan bawah bertuliskan “Komunitas Warga Nahdlatul Ulama’ (NU) Jawa Timur”.

Orasi yang disuarakan sang orator juga menuntut Kepolisian agar memproses hukum secara tegas atas pernyataannya menyinggung Alquran Surat Al-Maidah ayat 51 dan dilaporkan sebagai penistaan agama. “Apapun alasannya, jika kitab suci dibawa, kami tidak terima. Tangkap Ahok,” kata Haris Nukman, orator aksi.

Ahmad Arizal, koordinator aksi, menegaskan bahwa demonstrasi tersebut bukan atasnama NU secara kelembagaan, tapi warga NU yang peduli dan prihatian atas penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. “Gerakan aksi ini bukan NU secara struktural,” katanya.

Ahmad juga menyampaikan harapannya agar masyarakat dan warga NU mementingkan persatuan umat dan tidak terpancing isu SARA. Tapi dia meminta Polri agar mengusut tuntas kasus penistaan agama yang dituduhkan ke Ahok. “Kami minta Polri mengusut tuntas kasus itu,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Pengurus Wilayah NU, Akhmad Zakki, mengatakan bahwa gerakan aksi di Polda Jatim itu adalah demonstrasi liar. NU Jatim keberatan dengan tindakan pendemo tersebut yang membawa nama NU.

“Kami sudah sampaikan ke korlapnya agar jangan turun jalan menggunakan simbol NU apapun. Perintah Ketum PBNU jelas, dilarang beraksi denhan membawa simbol NU apapun itu. Harusnya NU tidak boleh dipakai untuk kepentingan apapun, kecuali kepentingan yang sudah digariskan oleh NU sendiri,” tegas Zakki.

Seperti diketahui, isu penistaan agama yang dialamatkan kepada Ahok kian mengemuka menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta tahun 2017. Bahkan, massa mengatasnamakan pengawal fatwa MUI berencana untuk melakukan aksi besar-besaran di Jakarta pada 4 November 2016 mendatang. Polri dan TNI bersiaga mengamankan rencana aksi tersebut. (eru)

Category: Headline, Indeks Berita, Jatim