Kasus Pungli, Polisi Periksa Bupati Malang

74 views

Semerusatu.com: Rendra Kresna Bupati Malang, memenuhi undangan  tim penyidik Polres Malang Kota,   Rendra memenuhi undangan terkait kasus pungli  Kepala BKD, SWD yang ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan ( OTT ) dan disodori 20 pertanyaan oleh tim penyidik selama 2,5 jam.

8 bupati malangRendra ‎ mengatakan bila kedatangannya di Polres Malang Kota karena diundang polisi. Kapasitasnya  sebagai saksi kasus Suwandi, Kepala BKD Kabupaten Malang yang kena OTT pungli, “Saya datang kesini karena diundang. Kalau tak ada undangan, ya tidak mungkin saya ke sini tanpa ada tujuan,” ungkapnya,  Senin (7/11/2016).

Ditegaskan, bahwa pihaknya siap menjawab semua pertanyaan polisi tentang kasus yang membelit SWD itu. Dijelaskan bahwa semua kepindahan PNS di Kabupaten Malang, pasti diketahui Bupati.

Begitu juga, lanjut Rendra,  dua korban SWD. “Namun, soal pungutan liar yang dilakukan SWD ya saya tidak tahu,” tandasnya. Menurutnya, semua yang mau pindah ke Kabupaten Malang harus melapor ke Bupati. “Tapi kalau minta uang itu urusan SWD, tidak mungkin dia cerita,” ungkap Rendra

Makanya, kalau polisi butuh berkas, dia berjanji akan  menyiapkannya. “Hanya saja kalau sekarang saya tidak bawa. Jadi, harus ambil ke kantor dulu,” tegasnya.Usai diperiksa tim penyidik, Rendra juga melayani pertanyaan wartawan dengan baik dan ramah.  Dia mengaku  telah menjawab semua pertanyaan penyidik.

“Ada 20 pertanyaan yang harus saya jawab. Sedangkan dari sekian pertanyaan tersebut seputar pungli yang dilakukan SWD” papar dia. Salah satu pertanyaan penyidik, kata dia,   terkait aliran uang pungli. “Yakni apakah uang itu mengalir ke pimpinan SWD Saya jawab, hal itu tidak benar,” tegas dia.

Sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Malang AKP Tatang Prijano SH menyatakakan, jika Bupati Malang dimintai keterangan terkait kasus pungli yang dilakukan Kepala BKD Kabupaten Malang SWD. Menurut Tatang,  Bupati sudah memberikan jawaban atas 20 pertanyaan yang diajukan penyidik.

Kesimpulan sementara, dari jawaban bupati tersebut, kata dia, kasus pungli tidak ada sangkut pautnya dengan bupati. “Meski tersangka SWD pernah menjelaskan, jika uang hasil pungli digunakan untuk koordinasi dengan pimpinannya. Hal itu, disangkal oleh Rendra karena tidak ada aliran dana untuk koordinasi dengan pimpinan,” lanjut Tatang. (eru)

 

Category: Headline, Indeks Berita, Polres