Polisi Periksa Penjahit “Jubah Ajaib” Taat Pribadi Dimas Kanjeng

72 views

Semerusatu.com: Sementara 7 “Maha Guru” oleh penyidik juga akan mengonfrontir dengan Marwah Daud Ibrahim yang rencananya diperiksa, Rabu (9/11/2016).

7 bb 1Marwah Daud diperiksa penyidik terkait dirinya sebagai Ketua Yayasan Kasultanan Prabu Rajasa Kertanagara. Intinya, terkait akta pendirian, Anggaran Dasar Rumah Tangga (AD/ART) dan dananya dari mana.

Tidak menutup kemungkinan, Marwah bakal dicecar pertanyaan terkait almarhumah Hj Najimiah yang menjadi korban Rp 200 miliar. “Yang jelas surat panggilan pemeriksaan Marwah Daud sebagai saksi sudah dilayangkan,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes RP Argo Yuwono.

Dikatakan, penyidik saat ini memeriksa dua saksi. Yakni penjahit jubah kebesaran Taat Pribadi Dimas Kanjeng yang juga tersangkut otak pembunuhan Ismail Hidayah dan Abdul Gani. Penyidik juga memeriksa pembuat bolpen laduni berinisial AS. Semnetara  penjahit jubah Taat Pribadi bernama Mahmudiono sudah diperiksa.

Jubah pertama yang dipakai Taat itu dibikin tahun 2010 oleh Dollah, tapi orangnya sudah meninggal dunia. Setelah Dollah meninggal dunia, Taat mempercayakan penjahit jubah pada Mahmudiono. “Jumlah jubah Taat ada 7. Satu jubah warna merah dan satu jubah warna hijau serta lima jubah warna hitam,” jelas Kombes Argo-sapaan akrabnya.

Jubah yang dipakai Taat saat mengeluarkan uang ada saku dibagian belakang ukuran sekitar 40 cm x 40 cm. Namun bentuk saku untuk memasukkan tangan saat dipakai mengambil uang, jahitannya tidak begitu terlihat sehingga jubah terkesan polos.

“Saku yang ada itu bisa menampung uang Rp 70 juta sampai Rp 100 juta (pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000),” tandas Kombes Argo. (eru)

Category: Headline, Indeks Berita, Polda