Kasus Dimas Kanjeng, Semalam, Marwah Daud Dicerca 15 Pertanyaan Penyidik Polda Jatim

73 views

Semerusatu.com: Setelah menjalani pemeriksaan hampir tujuh jam, semalam, Rabu (9/11/2016), Ketua Yayasan Keraton Kasultanan Sri Raja Prabu Rajasanagara, Marwah Daud Ibrahim menjalani pemeriksaan intensit dengan dicecar 15 pertanyaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur.

9 marwa sipBerbeda dengan pernyataan sebelumnya, Marwah kini mulai meragukan kemampuan dan kesaktian Taat Pribadi Dimas Kanjeng.

Marwah, diperiksa hampir tujuh jam dan dicecar 15 pertanyaan seputar aktivitasnya  dalam Padepokan Dimas Kanjeng, di Probolinggo, Jawa Timur.

Pemeriksaan hari ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan yang pernah dilakukan penyidik pada 17 Oktober 2016. Dalam pemeriksaan, penyidik lebih banyak menanyakan peran dan kegiatan Marwah dalam Padepokan Dimas Kanjeng.

Menurut kuasa hukumnya, Herman Umar, awal menjadi pengikut Taat Pribadi, dia (Marwah) hanya menjadi santri dan anggota pembina Yayasan Padepokan, tapi tidak aktif. Selama itu pula, dia sering didaulat untuk memberikan sambutan pada acara istighosah dan pengajian tentang masalah pendidikan,  sumber daya manusia, kebangsaan  dan persatuan  kepada pengikut Dimas Kanjeng lainnya.

Marwah sendiri mengapresiasi pendalaman penyidikan yang dilakukan penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur dalam mengungkap kasus penipuan Taat Pribadi. Namun Marwah kembali bungkam saat ditanya tentang Mahaguru palsu ciptaan Taat Pribadi.

Pasca tertangkapnya “Mahaguru” gaduangan Padepokan Dimas Kanjeng, Marwah lebih sering “puasa” bicara. Diamnya Marwah ini pun memunculkan spekulasi, bawah dia mulai meragukan kesaktian gurunya, karena sebelumnya dia selalu bersikukuh  jika Taat Pribadi mempunyai karomah. (eru)

Category: Headline, Indeks Berita, Polda