Kapolri: Demo Besar Besaran Ganggu Ketertiban Masyarakat

66 views

Semerusatu.com: Kapolri Jenderal Tito Karnavian, mengisyaratkan akan menertibkan rencana demonstrasi oleh sejumlah kelompok massa mengatasnamakan Islam pada Jumat (2/12/ 2016) mendatang, jika mengganggu publik. Demo itu lanjutan dari Demo Bela Islam II beberapa pekan lalu.

19 kapolriDemonstrasi itu rencananya akan dimulai dengan salat Jumat dan doa bersama di jalan protokol di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta, bukan di Masjid Istiqlal seperti aksi sebelumnya. Pendemo beralasan kapasitas Masjid Istiqlal tidak akan mencukupi menampung perkiraan massa tiga juta orang.

“Soal demo pada 2 Desember, saya mau sampaikan kalau memang demo nanti dilaksanakan dengan cara salat Jumat di jalan raya protokol di Bundaran HI, di Sudirman-Halim, saya mau tanya, kira-kira boleh tidak,” kata Kapolri Tito Karnavian pada giat Bhakti Sosial Kesehatan Polri berlangsung di Lapangan Jenggolo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (19/11/ 2016).

Menurut Tito, sesuai undang-undang, kegiatan tersebut tidak boleh karena menggaggu ketertiban publik. “Itu  kan jalan protokol. Masjid banyak. Ada Masjid Istiqlal, ada banyak masjid di Jakarta, kenapa harus di jalan? Itu namanya pengganggu publik,” tandas Kapolri.

Tito juga bertanya dari segi keagamaan Islam, apa dibolehkan melaksanakan ibadah tapi mengganggu kemaslahatan orang banyak. “Boleh enggak mengganggu kemaslahatan orang banyak? Saya minta nanti tokoh masyarakat menjelaskan, tokoh agama Islam bicara soal itu,” lanjutnya.

Tito justru mempertanyakan tujuan demonstrasi jika demonstrasi tetap dijalankan dengan cara mengganggu kepentingan publik. “Itu sebenarnya tujuannya apa? Kalau tujuannya menyuarakan (aspirasi), tempatnya ada. Saya sampaikan kepada masyarakat, kalau melanggar undang-undang,  tak tindak tegas,” ujar Kapolri. (eru)

Category: Headline, Indeks Berita, Mabes Polri