OTT, Saber Pungli Polda Jawa Timur Libas 7 Orang

103 views

Semerusatu.com: Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Ditreskrimsus Polda Jawa Timur melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 7 orang yang diduga melakukan “korupsi” alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Tim juga mengamankan barang bukti sekitar Rp 1,494 milliar.

6 okKabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera, Selasa (6/12/2016) membenarkan penanganan kasus itu dan kasus ini masih proses penanganan penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim.

“Kami mohon waktu, karena ini masih dikembangkan. Nanti sudah waktunya, akan kami sampaikan tersangka beserta barang buktinya,” tandasnya.

Dari informasi yang dihimpun, Senin (5/12/2016) sekitar pukul 15.00 wib, tim Saber Pungli Polda Jatim mengamankan 4 orang di halaman Bank Jatim Cabang Sampang, Jalan Wahid Hasyim, Kabupaten Sampang, Madura.

Keempat orang yang diamankan berinisial KH (Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Kedungdung), EH (staf seksi pemberdayaan masyarakat Desa, Kecamatan Kedungdung). Serta J, Kepala Desa Batoporo Barat dan istrinya M.

Dari tersangka KH, polisi mengamankan barang bukti uang Rp 419.650.000 dari mobilnya, serta Rp 641.270.000 di rumahnya. Tim juga mengamankan barang bukti uang Rp 270,5 juta dari EH.

Sedangkan dari Kades (Kepala Desa) dan istrinya, tim Saber Pungli mengamankan barang bukti Rp 41.553.000.

Setelah dikembangkan, tim Saber Pungli mengamankan berinisial S, Kasi Kesejahteraan Sosial, Kecamatan Kedungdung yang juga Pj Kepala Desa Moktesareh. Polisi juga menyita uang Rp 21.920.000.  Inisial RJ, istri Kepala Desa Banjar dan H, keponakan RJ. Polisi juga menyita  uang Rp 100 juta. Total uang yang diamankan sebagai barang bukti Rp1.494.893.000.

Modus operandi yang dilakukan para pelaku, setiap pencairan dana Desa maupun ADD yang sumbernya dari APBN, dilakukan pemotongan oleh Kasi Pemberdayaan Desa, Kecamatan Kedungdung.

Alasan ADD dipotong untuk pajak, papan nama, RAB, SPJ ADD, materai, prasasti foto. Sedangkan pemotongan dana desa juga alasannya untuk pajak, PKK, pelatihan, porkab.

Pencairan dana Desa yang diterima tidak sesuai dengan alokasinya. Seperti Desa Rabasan, dari Rp 132.847.500, dipotong Rp 54.750.000, dana hanya menerima Rp 78.197.500.

Desa Kramat, dari Rp 118.638.500, dipotong Rp 65 juta. Total yang diterima hanya Rp 53.638.500. Desa Nyeloh hanya menerima Rp 21.232.750. Padahal, alokasinya Rp 139.432.750. Dana yang dipotong mencapai Rp 118.200.000. (eru)

 

Category: Headline, Indeks Berita, Polda