Polrestabes Surabaya Amankan Janda Bawa 2 Ons Sabu

74 views

Semerusatu.com: Peredaran narkotika jenis sabu sabu (SS) yang diduga dikendalikan dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medaeng diungkap anggota  Satnarkoba Polrestabes Surabaya.
Rila, 31, kurir yang menyuplai SS di wilayah Sidoarjo, Surabaya, Malang, Mojokerto dan Gresik ditangkap di rumah kosnya Jalan Tebel Tengah, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur.

14 tabes sabuDari tangan janda beranak 1 ini, petugas menemukan barang bukti seberat 2 ons SS di loker lemari dibungkus plastik hitam.

Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Roni Saiful Faton, mengungkapkan barang bukti yang diamankan diakui tersangka Rila dari Teguh. Teguh diakui tersangka tengah menghuni Rutan Medaeng.

“Sesuai keterengan tersangka, SS diperoleh dari pelaku bernama Teguh yang saat ini berada di Rutan Medaeng. Tentunya pengakuan itu tengah kami telusuri,” ujar AKBP Roni Saiful, Rabu (14/12/2016).

Pengungkapan sindikat SS yang melibatkan narapidana (Napi)  bermula saat petugas Satnarkoba Polrestabes Surabaya mendapat informasi ada transaksi SS di sekitar SPBU Jalan A Yani. Setelah disanggong cukup lama, muncul salah seorang mengendarai motor dan berhenti di dekat SPBU itu.
Petugas pun mengintai gerak-gerik lelaki itu.

Tak lama kemudian, lelaki itu mengeluarkan ponsel lalu menghubungi seseorang. Petugas pun pura-pura mendekati dan sempat mendengar pembicaraan laki-laki itu dengan seorang perempuan.
Ketika akan ditanya, lelaki itu membalikkan ponselnya dan sempat terbaca di panggilan keluar atas nama Rila. Lelaki itu lantas memacu motornya dengan kecepatan tinggi ke arah utara. “Dari situ akhirnya nama Rila terus kami selidiki dan akhirnya bisa tertangkap,” tutur Roni.

Roni mengaku, untuk membongkar sindikat ini membutuhkan waktu sekitar dua pekan. Dalam penyelidikan itu, muncul nama beberapa Rila. Setelah dikerucutkan, akhirnya Rila yang menghuni kos di daerah Gedangan, Sidoarjo. “Ternyata benar Rila saat kami tangkap berada di rumah kosnya,” jelasnya.

Barang bukti yang ditemukan penyidik, diakui Rila baru dikirim oleh anak buah Teguh. Rencananya SS seberat 2 ons itu akan diedarkan ke beberapa daerah, mulai Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik dan Malang. Peran Rila ada mengirim pada kurir yang ditunjuk Teguh.

“Jadi barang itu akan diambil oleh orang lain lagi. Modusnya SS diranjau,” terang AKBP Roni.
Tersangka Rila dalam penyidikan terungkap tersangka tidak hanya menjadi kurir saja, tapi juga juga pengguna SS. Untuk mengonsumsi barang haram itu, tersangka mencubit SS yang akan dikirim. “Tersangka kerap mencubit SS sebelum dikirim ke konsusmen. Itu terbukti dari hasil tes urine,” katanya.

Tersangka Rila mengaku, ia mengedarkan SS berdalih butuh uang untuk membayar utang dan biaya sekolah anaknya. Karena setelah cerai dengan  suaminya, ia harus menjadi tulang punggung keluarganya.

“Hasil yang saya dapat dari jualan online tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” dalih tersangka Rila.

Sementara itu, Kepala Rutan Medaeng, Djumadi saat dihubungi, mengakui ada beberapa nama Teguh di tempatnya. “Itu Teguh yang mana. Ini saya masih ada pelatihan di Jakarta dan belum ada pemberitahuan dari anggota saya,” terangnya. (eru)

Category: Headline, Indeks Berita, Lantas