Penjahat Jalanan Beraksi, Dua Pelaku Dibawa Umur Tertangkap

59 views

Semerusatu.com: Dua penjahat jalanan ditangkap warga Dukuh Menanggal. Pelaku masih dibawah bawah umur berinisial RS (16) warga Jagir Wanokromo Wetan dan VV (13) warga Ronggowarsito Surabaya. Mereka tertangkap setelah merampas Handphone milik Moch Safaur Rosikin (15) warga Betro Kemlagi Mojokerto. Peristiwa ini terjadi di jembatan Mayangkara Wonokromo Surabaya, Senin (26/12/2016) sekitar pukul 11.00.

26 plaku HPSaat itu korban bersama enam temannya sedang berjalan dari jembatan Mayangkara hendak pulang ke rumahnya. Tiba-tiba pelaku datang dan mengancam korban agar menyerahkan Handphone miliknya.

Aksi pelaku ini tergolong nekat. Sebab, pelaku tidak segan-segan memukul korban dengan menggunakan sabuk bermata besi. Tidak hanya itu, untuk menakuti korban, pelaku mengancam akan memukul korban dengan botol minuman keras.

Mendapat ancaman itu, korban yang pelajar kelas XI SMA ini tak bisa berbuat apa-apa dan menyerahkan ponsel miliknya. Begitu merampas 6 HP milik para korban dan pelaku kabur dengan menumpang pikap.

Korban sempat teriak minta tolong, lalu didengar oleh pengendara motor. Warga sempat mengejar pelaku. Kedua pelaku turun dan menuju ke Dukuh Mananggal. Sedangkan pelaku lainnya Ipung (25) masuk daftar pencarian orang (DPO) menuju ke Bungurasih. Akhirnya, kedua pelaku ditangkap oleh warga dan diserahkan ke polisi.

“Sudah tiga kali merampas HP. Biasanya, HP hasil curian dijual ke pasar maling dan uangnya buat membeli Miras,” kata pelaku RS saat diamankan di Mapolsek Gayungan, Senin (26/12/2016).

Dari catatan kepolisian, pelaku RS merupakan residivis dan pernah dipenjara selama satu bulan di Mapolsek Wonokromo terkait kasus perampasan dengan kekerasan, pada 2012 lalu.

“Saya diajari Ipung untuk merampas HP,” ujarnya.

Sedangkan pelaku VV mengaku tidak tahu apa-apa dan hanya diajak pelaku RS dan Ipung. Baru satu kali dia ikut merampas HP ini. ” Saya diajak Ipung kalau tidak mau nanti saya akan dipukuli,” ujarnya sembari menangis.

Kapolsek Gayungan Kompol Esti Setija Oetami mengatakan, biasanya pelaku menjual HP hasil curian seharga Rp 200 ribu. Pihaknya sampai saat ini masih mencari keberadaan pelaku Ipung yang membawa enam HP milik korban.

“Ini merupakan sindikat residivis kejahatan jalanan. Kami masih meminta keterangan dari kedua pelaku untuk dapat menangkap pelaku Ipung yang sampai saat ini masih buron,” kata Kompol Esti Setija Oertami.

Esti menambahkan, dari tangan kedua pelaku, polisi  mengamankan barang bukti dua sabuk bermata besi dan dua jaket milik pelaku.

“Meski pelaku dibawah umur kami akan terus memproses kasus ini secara hukum,” ujar perwira asal Kota Mojokerto ini. Lanjut kasus ini berula dari laporan warga adanya penangkapan dua pelaku pencurian.  (eru)

 

Category: Headline, Indeks Berita, Polres