Turun dari Bus Antar Lintas Sumatera, Polisi Cokok DPO Pius

48 views

Semerusatu.com: Anggota Polda Metro Jaya cokok Ridwan Sitorus alias Pius alias Iyus Pane alias Marihot Sitorus di Medan, Sumatera Utara, Minggu (01/01/2016). Pius Pane ditangkap saat turun dari bus ALS (Antar Lintas Simatera).

1 DPOtertangkapSaat Pius ditangkap, dia tidak melakukan perlawanan. Pius ditangkap saat turun dari bus antar kota. Pius tangkap oleh tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Timur dan Polres Depok yang dipimpin oleh AKBP Sapta Maulana dan AKBP Hendy F Kurniawan.

Iyus Pane sebelumnya diburu polisi ke beberapa lokasi. Setelah di beberapa lokasi tempat persembunyiannya Iyus Pane tak ditemukan, polisi akhirnya mendapatkan informasi bahwa dia berangkat ke Medan menggunakan bus.

Tim kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Timur dan Polres Depok yang dipimpin oleh AKBP Sapta Maulana kemudian mengejarnya ke Medan. Polisi membuntuti bus yang ditumpangi oleh Iyus Pane.

Setelah tiga hari perjalanan darat, bus yang ditumpangi Iyus Pane akhirnya berhenti di pool bus ALS di Jl Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara. Saat itulah, Iyus Pane disergap.

Dengan ditangkapnya Iyus Pane ini, menuntaskan pencarian polisi terhadap komplotan perampok yang dipimpin oleh Ramlan Butarbutar. Sebelumnya, polisi juga menangkap Erwin Situmorang, Alfin Sinaga dan Ramlan Butarbutar.

Ketiganya ditembak polisi di bagian kakinya karena melakukan perlawanan. Namun, Ramlan tewas karena kehabisan darah.

Polisi menyebutkan peran Ius disebut terkuat kedua setelah sang ‘kapten’ Ramlan Butarbutar yang ditembak hingga tewas.

Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan membeberkan Ius lah yang menyeret almarhumah Diona Arika Andra Putri, puteri sulung pemilik rumah Dodi Triono.

“Yang bersangkutan menyeret almarhumah Diona yang berumur 16 tahun dari kamarnya itu, diseret juga dipukul pakai senpi,” ujar Irjen Iriawan di Mapolda Metro Jaya.
Tersangka terlihat menganiaya korban Diona berdasarkan rekaman kamera CCTV.

Bukan cuma itu, diduga ternyata Ius adalah orang yang memiliki ide memasukkan penghuni ke kamar mandi.

Akibat penyekapan di kamar berukuran 1,5 x 1,5 meter itu, 6 orang tewas dengan kondisi yang mengenaskan.
Dalam pembunuhan disertai perampokan tersebut Yus memiliki peran yang cukup vital.

“Dia (Yus) dominan kedua setelah kapten (Ramlan). Menurut keterangan Sinaga tadi malam yang bawa pistolnya Yus Pane. Sehingga kita melakukan pengejaran terhadap dia,” ujar Irjen Iriawan.

Bahkan, menurut Irjen Iriawan, Yus juga ikut melukai salah satu korban dalam perampokan dan pembunuhan tersebut. Dia melukai Diona Arika (16).

“Itu kelihatan (di CCTV) dan pembantunya melihat Yus menyeret Diona dari kamarnya di atas sampai bawah,” ujarnya.
Berikut peran keji Ius Pane dalam keterangan yang dirilis polisi:

  1. Eksekutor
    2. Naik ke lantai dua rumah, menarik penghuni di lantai dua
    3. Menodongkan senjata api ke korban
    4. Menyampaikan ide memasukkan penghuni ke kamar mandi
    5. Mencari barang berharga di kamar di lantai dua
    6. Menyeret dan memukul Diona (16) dengan gagang senjata api. (eru/tbn)

 

Category: Headline, Indeks Berita, Indonesia