Polisi Surabaya Bekuk Pelaku Kencani Siswi SD

48 views

Semerusatu.com: Tahun 2015 lalu, menjadi tahun kelam bagi Mawar (nama samaran) dan keluarganya. Karena, bocah Sekolah Dasar (SD) ini telah disetubuhi oleh pria yang selama ini rajin memberinya jajan. Bocah perempuan 8 tahun inipun hingga kini, Sabtu (14/1/2017) masih ketakutan jika ada pria dewasa yang mendekatinya. Pria bejat yang telah menyetubuhi bunga itu adalah TBD (45), warga Pakal Surabaya.

14 perkosaTersangka sadar kalau perbuatannya dilaporkan oleh orang tua Mawar ke polisi. Sejak saat itulah, TBD memilih kabur ke beberapa kota untuk menghindari kejaran polisi. Karena sejak Oktober 2015 dirinya terlunta lunta di pelarian, Tersangka akhirnya pulang kembali ke Surabaya.

Kepulangan tersangka untuk menemui istrinya itulah, ternyata terendus oleh Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Sehingga Kamis (13/1/2107), TBU disergap. Tidak ada perlawanan berarti yang ditunjukkan Tersangka. Sebab dia tahu betul, kalau dirinya masih diburu.

Saat diperiksa di Mapolrestabes Surabaya, TBU akhirnya menceritakan semua perbatannya. mengaku, dirinya menyetubuhi korban pada saat korban sendirian di dalam kamar. Sebab, ibunya pergi ke pasar dan ayahnya sudah berangkat kerja. “Saya beri dia wafer. Terus saya angkat dan saya dudukan diatas saya,” aku pria yang sehari hari bekerja menjadi Office Boy (OB) ini.

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Bayu Indra Wiguno menyatakan, sejak orang tua korban melapor Oktober 2015 lalu. Pihaknya langsung mengamankan barang bukti pakaian korban dan hasil visum kekerasan seksual pada alat vital korban. “Pakaian korban saat itu penuh darah. Dan bercaknya sampai sekarang masih ada,” paparnya.

Dalam pelariannya ternyata sudah tidak kuat menjadi buronan polisi. TBU memilih pulang ke rumah istrinya di Pakal Surabaya. Kepulangan TBU ini tidak disia-siakan polisi. Saat TBU dipastikan sudah di rumah, polisi kemudian meringkusnya. “Dia mengaku kangen istrinya dan tidak tahan hidup dalam pelarian,” lanjut Kompol Bayu.

TBU terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Sebab dirinya dijerat dengan Pasal 81 UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU 23 Tahun 2002 tengang perlindungan anak. (eru)

 

Category: Headline, Indeks Berita, Polres