Pengacara Kondang Hotman Paris Hutapea Dampingi Chin Chin

89 views

Semerusatu.com: Terdakwa Trisulowati Jusuf yang biasa dipanggil Chin Chin dalam waktu dekat akan melaporkan suaminya, Gunawan Angka Wijaya ke Mabes Polri terkait uang ratusan miliar hasil penjualan ruko dan Empire Palace ke rekening pribadinya.

18 chin chin - CopyHal itu terlontar dari Chin Chin, setelah sidang usai di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (18/1/2017). Untuk mendukung laporan ke Mabes Polri, Chin Chin didampingi kuasa hukum, Hotman Paris Hutapea SH dan Pieter Talaway SH sudah  menyiapkan lima koper dokumen.

“Dokumen ini semuanya dari bank dan tidak bisa dipungiri lagi,” tandas Hotman Paris.
Chin Chin yang saat itu berdiri di sebelah selatan Hotman dipersilakan untuk angkat bicara. Ketidakhadiran Gunawan dalam sidang hanya ditanggapi dingin oleh Chin Chin.

“Mungkin Pak Gun mikir-mikir gak berani datang. Tuduhan ke saya hanya memindahkan dokumen sebagai Dirut, yang mana dokumen itu  tidak ada nilai ekonomisnya. Dijual juga tidak laku. Tetapi dia, saya  justru punya fakta bahwa hampir semua uang hasil penjualan ruko dan Empire Palace masuk ke rekening pribadi Gunawan,” ujar Chin Chin.

Untuk penghitungan sementara, uang yang masuk ke rekening atas nama Gunawan Angka Wijaya terkumpul Rp 278 miliar. “Laporan ke Mabes Polri akan kami lakukan secepatnya,” lanjut Hotman Paris.

Menurut Hotman, pelapor dalam hal ini Gunawan tidak hadir atau tidak berani datang, mungkin memang sudah dengar jika pihaknya sudah membawa lima koper besar. Isi dari dokumen itu terkait  uang penjualan ruko istrinya yang mencapai ratusan miliar. Uang tersebut masuk ke rekening pribadi bukan ke rekening perusahaan.”Saya yakin, suaminya tidak bisa tidur,” tandas Hotman sembari tertawa.

Ketidakhadiran Gunawan justru menjadi bahan sindiran Hotman yang memiliki suara lantang. “Proses hukum seperti sandiwara saja, tahan keluar. Dia tidak bisa datang tinggal urus surat sakit tiga hari, sehingga sandiwara demi sandiwara akan terjadi,” tandasnya.

Hotman justru memuja kliennya, bangunan megah Empire Palace dan ruko lain akhir dari hasil karya seorang ibu. Mulai gambar dan bangun di Kedungdoro, Kedungsari, Supomo dan tempat lain didesain sendiri oleh Chin Chin. “Chin Chin ini pernah mendapat hadiah 10.000 dollar Singapura dari menggambar bangunan,” jelasnya.

Proses hukum yang menjerat kliennya dianggap tidak memiliki dasar. Hotman mengibaratkan kasus ini seperti, sebuah kamera milik perusahaan sudah dikuasakan untuk memegang kamera di Pengadilan Jakarta Pusat, tiba-tiba kamera itu dibawa ke Sidoarjo, apakah itu bisa dikatakan pencurian? “Kan itu sudah dikuasakan.  Kalau itu saja pidana, ngapain kalian tinggal di Surabaya. Pindah saja ke kampung halaman saya di Danau Toba, Tapanuli. Kami minta Presiden mengganti aparat hukum disini. Kasus ini bisa diapa-apain. Apa jadinya negara ini. Kalau ingin main lebih indah dan cantik tuh sama Pieter Talaway sama Hotman dong,” kelakarnya.

Pieter Talaway yang juga mengikuti proses sidang, akan menunggu panggilan kedua. “Kalau tidak hadir lagi minta penetapan agar dibawa paksa. Kami sih menunggu proses lebih lanjut,” tandasnya.

Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan yang datang untuk memantau jalannya sidang, kecewa dengan sikap Gunawan yang tidak hadir. Karena dia sebagai pelapor justru tidak menghadiri sidang saat pemeriksaan saksi.

“Pelapor atau pengadu tidak datang merupakan hal yang luar biasa. Kami minta pada kuasa hukum agar terus fight untuk menyuarakan,” tandas Arteria.

Kasus yang menimpa Chin Chin, kata Arteria akan dibahas secara khusus dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Pasalnya, dalam penanganan Chin Chin ada sesuatu yang harus dipertayakan. “Ini kasusnya di Surabaya, bagaimana kalau kasus ini terjadi di daerah Papua atau pulau terluar. Bagaimana jadinya negeri ini. Kalau ingin kaya ya jadi pengusaha,” lanjunya Arteria.

Saat Hotman menyampaikan pendapat kepada Majelis Hakim yang dipimpin Unggul Warto Murti SH, bahwa pihaknya membawa lima koper besar berisi dokumen yang nilainya ratusan miliar, pengunjung langsung tepuk tangan. Melihat antusias pengunjung sidang, hakim Unggul mengingatkan agar pengunjung tidak tepuk tangan di ruang sidang.

Sesuai rencana saksi yang diperiksa yakni Gunawan, selaku pelapor dan tiga karyawannya, Purwanto, Bambang dan Evi Puspitasari. Karena laporan Gunawan sifatya delik aduan dan Chin Chin dijerat pasal 367 jo pasal 376 KUHP, maka pelapor harus hadir. Karena Gunawan tidak hadir akhirnya sidang ditunda pekan depan.

Menjelang dan sesudah sidang, Hotman layaknya seorang artis ibu kota. Puluhan pengunjung ingin mengabadikan gambarnya bersama pengacara kondang itu. “Bang foto dulu,” teriak pengunjung. Dalam kondisi berdesak-desakan, Hotman tertawa dan melayani foto bareng.

“Saya membela Chin Chin bukan dengan honor yang tinggi. Saya merasa kasihan kepadanya. Klien saya di Jakarta saya tinggalkan untuk membela Chin Chin. Saya pukul 07.00 WIB sudah datang ke rumahnya,” tandas Hotman.

Sementara itu, kuasa hukum Gunawan Angka Wijaya, Teguh Suharto Utomo SH yang dihubungi terkait Chin Chin akan lapor ke Mabes Polri, mempersilakan laporan. “Silakan dilaporkan ke Mabes Polri. Itu ada bukti uang langsung dikirim balik ke rekening Chin Chin,” tulis Teguh via WA.

Ketika ditanya terkait kliennya sakit, Teguh membenarkan. Namun saat disinggung sakit apa Gunawan. “Sakit hati hartanya dikuras bojone sampai koma. Klien saya justru minta sidang besok tidak minggu depan,” tandasnya.
Teguh juga mempertanyakan apa benar ngambili uang muka ruko terus nggak membangun ruko. Teguh sangat menyayangkan Chin Chin yang diibaratkan kacang lupa kulit, seharusnya dia ingat asal usulnya. “Harusnya tahu dirilah,” tulis Teguh dalam WA.

Gunawan ingin tahu apakah seorang Hotman Paris advokat senior menguasai persoalan kliennya. “Advokat senior kok malah ngajari kliennya berkelit dan berbuat tidak jujur, kami mengharapkan Bang Hot ajari yang benar,” tandas Teguh. (eru)

Category: Headline, Indeks Berita, Kejaksaan