Berkas P 21, Dimas Kanjeng Plus Barang Bukti Motor Besar Dikirim ke Kejati Jatim

56 views

Semerusatu.com: Taat  Pribadi pemilik sekaligus Pemimpin Padepokan Dimas Kanjeng di Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dikeluarkan dari ruang tahanan Polda Jawa Timur sekira pukul 08.00 WIB, Kamis (19/1/2017) langsung dimasukkan ke dalam mobil tahanan. Taat Pribadi dibawa dengan pengawalan ketat polisi.

19 dimas 1Penampilan Dimas Kanjeng masih sama seperti awal ditahan. Gaya rambutnya klimis tersisir rapi. Warna hitam menggarisi kelopak matanya, seperti celak. Bibirnya terus terkatup laiknya cowok “cool”. Badan Dimas masih terlihat gemuk. Bulan lalu, dia sempat lebih kurus karena kehilangan berat badan sekitar 25 kilogram.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, Dimas Kanjeng diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum Kejati Jatim untuk dua berkas sekaligus, yakni berkas untuk perkara pembunuhan dan perkara penipuan. Termasuk barang bukti motor besar Harlay Davidson.

19Berkas dua pekara itu sudah dinyatakan sempurna atau P21 oleh Kejaksaan beberapa waktu lalu. Karena itu tersangka dan barang buktinya diserahkan ke Kejaksaan agar segera disidangkan di pengadilan. “Hari ini dibawa ke Kejati Jatim,” kata Frans Barung Mangera.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Richard Marpaung, mengatakan, sesuai rencana, setelah diperiksa di Kejati, Dimas Kanjeng diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. “Sidangnya Dimas Kanjeng di Probolinggo,” katanya.

Seperti diketahui, Dimas Kanjeng dan padepokannya jadi sorotan publik setelah dia ditangkap oleh petugas gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jatim di Padepokan Dimas Kanjeng yang dipimpinnya di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Kamis, 22 September 2016.

Oleh polisi, Dimas Kanjeng disangka mengotaki pembunuhan dua anak buahnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Selain itu, Dia juga ditetapkan sebagai tersangka penipuan bermodus penggandaan uang. Diduga, korbannya puluhan ribu orang dengan total kerugian korban sekitar ratusan miliar, bahkan bisa triliunan. Dimas Kanjeng juga dijerat Undang-undang Pencucian Uang. Kasusnya yang ditangani Polda Jatim belum rampung.(eru)

 

Category: Headline, Indeks Berita, Kejaksaan