Buta, Korban Malapraktek Lapor Polda Jawa Timur

39 views

Semerustu.com: Dugaan jadi korban malapraktek, pasien yang tinggal di Surabaya laporkan dokter spesialis mata ke Polda Jawa Timur dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).  Hal ini, setelah mata kiri korban menjadi buta, setelah menjalani operasi katarak yang dinilai menyalahi prosedur.

23 MalpraktekKasus dugaan malpraktik ini telah dilaporkan ke SPKT Polda Jatim tentang dugaan tindak pidana penipuan atau membuat surat dan keterangan palsu dalam akta otentik. Selain ke polisi,  persoalan ini juga telah dilaporkan ke IDI Cabang Jawa Timur.

Kejadian yang dialami Tatok Poerwanto, kakek berusia 78 tahun ini, berawal bermula ketika memeriksakan penyakit katarak ke sebuah klinik mata di Surabaya (Surabaya Eye Clinic) dan ditangani dokter Moetidjab.

Usai menjalani operasi atas saran dokter Moetidjab, kondisi mata kiri korban tidak kunjung membaik, sehingga kembali dilakukan operasi kedua di RS Dokter Soetomo, dengan ditangani dokter yang sama.

Karena operasi kembali tidak berjalan lancar, lalu korban disarankan untuk operasi ke Singapura. Dugaan Malpraktik  ini diketahui setelah keluarga mendapatkan salinan rekam medis. Dan penjelasan dokter rumah sakit di Singapura yang menyatakan kondisi mata korban sudah tidak bisa ditangani alias buta permanen. Sebab, saat operasi pertama lensa mata telah robek serta pecahan katarak yang bertaburan di mata pasien.

Pihak klinik mata dan dokter yang mengoperasi korban hingga kini belum bersedia memberikan konfirmasi. Tatok Poerwanto menjelaskan, pihak korban dugaan malpraktek berharap bisa mendapatkan keadilan akibat kesalahan prosedur membuat korban cacat seumur hidup. (eru)

 

 

Category: Headline, Indeks Berita, Polda